Ujian dan Perempuan di “The Exam”

The exam
Festival 100 Persen Manusia sudah hadir. Tepatnya sudah berlangsung sejak kemarin, 25 November 2021. Dalam gelaran kelima ini ada 25 film panjang dan pendek dari Indonesia, negara Asia lainnya dan Eropa. Sebagai pembuka ada film berjudul “The Exam”.

Jika melihat lokasi dan waktunya yang menyebut-nyebut ISIS dan Mosul maka lokasinya di Irak sekitar tahun 2017-2018. Di sini perempuan masih banyak yang terbelenggu. Orang tua ingin segera tuntas menunaikan kewajibannya dengan menikahkan anak perempuannya di usia belia. Banyak ada saja suami yang berpandangan sempit.

Adalah Rojin, remaja yang akan dinikahkan ayahnya. Ia sempat mengalami depresi ketika tunangannya menghilang dan lalu pernah mencoba bunuh diri. Senjata utamanya untuk menghindari pernikahan adalah melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi.

Sayangnya Rojin tak pandai dan tak punya semangat belajar. Hal inilah yang membuat si kakak frustasi. Agar adiknya tak mengalami nasib serupa dengan dirinya maka si kakak, Shilan, mencari orang yang bisa membocorkan jawaban ujian.

Cerita film yang dibesut Shawkat Amin Korki ini memiliki sisi komedi gelap. Cara mereka mencontek itu menurutku bisa berbahaya bagi kesehatan. Selain itu juga rawan ketahuan.

Di sini obyeknya adalah perempuan. Masih ada pengekangan ke perempuan, dipaksa segera nikah, kemudian harus melayani suami, tidak boleh menggunakan kontrasepsi, dan sebagainya.

Namun Shilan dan Rojin bukan gambaran ideal. Terutama Rojin. Ia bukan perempuan pejuang seperti kakaknya. Ia malas dan seperti enggan bernyawa. Belajar pun malas. Ia tak memiliki gairah apapun.

Menyebalkan rasanya melihat sosok Rojin yang membuat kakaknya pontang-panting. Tapi ia dulu pernah mencoba bunuh diri, mungkin ia depresi berat dan masih perlu konseling.

Isu praktik curang ujian dan jaringan calo ujian juga menjadi tema cerita ini. Ceritanya lumayan apik, tapi sayangnya akting beberapa pemerannya terkesan tak natural.

Kalian bisa mendaftarkan diri menyaksikan secara gratis film-film festival ini di festivalscope. Kuotanya terbatas tapi saat ini masih banyak. Saya tak dapat tiket yang animasi dan film-film pendek Indonesia.

Gambar milik 100 Persen Manusia

~ oleh dewipuspasari pada November 26, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: