Mencobai Kereta Bandara Nyambung LRT
Dari dulu aku penasaran untuk mencobai kereta bandara. Biasanya aku naik bus Damri. Atau jika capek banget dan bawaan berat, aku terpaksa naik taksi online ataupun taksi bandara. Mumpung tasku lagi tidak banyak dan aku ada waktu, maka aku memutuskan untuk mencoba kereta bandara nyambung LRT.
Awalnya aku berniat naik kereta pukul 12.12. Setelah pesawat mendarat, aku langsung berjalan cepat, keluar dari pintu Terminal 3 menuju eskalator untuk naik kereta kalayang alias skytrain. Sayangnya aku terlambat 1-2 menit huuuhu. Duh apesnya.
Menunggu kereta berikut agak lama, yakni 13 menitan. Wah nampaknya aku batal naik yang jadwal tersebut. Perjalanan dari Terminal 3 menuju Stasiun Kereta Bandara memakan waktu sekitar 10 menit, melewati Terminal 2 dulu.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan turun eskalator dan berjalan kaki menuju area ruang tunggu KA Bandara. Ruang tingginya bagus. Sofanya nampak bersih. Ada mushola, toilet, dan penjual makanan. Juga ada vending machine jika ingin membeli langsung tiket kereta. Oh iya selain membeli langsung, juga bisa pesan online di website KAI Access atau railway. Tarifnya sampai Stasiun Manggarai atau BNI City sebesar Rp70 ribu.
Penumpang dapat tempat duduk namun tempat duduknya bebas. Tidak ada nomor kursi. Cara masuknya dengan tap in barcode di gerbang sebelum masuk ke dalam kereta.


Perjalanan menuju Stasiun BNI berkisar 43 menitan. Perjalanan melewati berbagai stasiun dari Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, hingga Stasiun BNI. Stasiun kereta terakhir adalah Manggarai.
Dari Stasiun BNI maka perlu jalan kaki cukup jauh menuju Stasiun LRT Dukuh Atas. Mungkin bisa 15-25 menit bergantung pada kondisi stasiun KRL dan juga kecepatan berjalan tiap orang.
Nah Stasiun LRT Dukuh Atas terkoneksi oleh Stasiun KRL lewat jembatan yang lumayan panjang. Di jembatan banyak penjual makanan dengan harga yang wajar. Tenant-nya rapi dengan pemandangan sungai dan gedung pencakar langit.
Kereta LRT datang setiap 15 menit sekali. Tarifnya dari Stasiun LRT Dukuh Atas hingga Stasiun Ciracas pada hari kerja adalah Rp16.200, -. Sedangkan pada hari akhir pekan mencapai Rp10 ribu. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 41 menit.

Duduknya bebas, tenang dapat tempat duduk kok
Dari Stasiun LRT Ciracas bisa naik angkutan umum seperti mikrolet/angkot atau juga ojek online. Pilihan lainnya bisa turun di Stasiun LRT Kampung Rambutan jika ingin naik bus atau angkot lainnya.
Lebih hemat dan praktis mana antara naik bus Damri atau KA bandara lanjut LRT? Kalau dari segi hemat, memang beda tipis. Tarif Bus Damri sampai Kampung Rambutan sekitar Rp95 ribu, sedangkan KA Bandara dan LRT sekitar Rp80 ribu sampai Rp 86.200,-
Dari segi waktu juga tipis-tipis. Waktu tunggu bus Damri berkisar 30-60 menit. Perjalanan sendiri agak sulit ditebak. Bisa satu jam, umumnya 90 menit, tapi jika macet juga bisa dua jam. Anggap rata-rata 90 menit dan waktu tempuh 45 menit maka sekitar 135 menit bisa sampai Kampung Rambutan. Dari segi kepraktisan, jauh lebih praktis naik bus Damri. Tinggal menunggu di tempat bus Damri mengambil penumpang di tiap terminal. Jalan kakinya tidak jauh.
Sedangkan naik KA Bandara dan LRT, dari jalan kaki, nunggu Kalayang dan menuju KA Bandara bisa 30-35 menit sendiri lalu selisih tiap kereta adalah 30 menit. Waktu perjalanan KA Bandara dan LRT adalah 48 dan 41 menit. Belum jalan kaki dari stasiun KA menuju Stasiun LRT. Seperti pengalamanku pesawat mendarat pukul 11.40 aku naik kereta bandara pukul 12.42 dan tiba di Stasiun LRT Ciracas pukul 14.35. Sedangkan naik bus Damri bisa jadi aku sudah sampai pukul 14.00.

Aku turun di Stasiun BNI City dan lanjut naik LRT

Jalan menuju Stasiun LRT Dukuh Atas dari Stasiun BNI City lumayan membingungkan dan jauh

Astaga jauhnya dan bingung, mungkin karena baru kali pertama mencoba rute ini, nyambung LRT dari KA Bandara
Andaikata turun di pusat kota seperti Sudiman dan Manggarai tentu lebih menyenangkan naik Stasiun KA Bandara. Tapi untuk pelancong yang tinggal di sekitar Kampung Rambutan, lebih praktis naik bus Damri.
Jalan kaki dari Stasiun BNI menuju Stasiun LRT begitu jauh dan membingungkan. Aku sampai nanya ke petugas beberapa kali, karena rutenya naik turun melewati Stasiun Sudirman. Baru kemudian lewat jembatan yang biasa kunaiki jika menuju Grand Indonesia.Gara-gara beberapa kali salah jalan dan balik, lalu nanya ke petugas maka aku perlu waktu hampir 30 menit untuk jalan kaki.

Senangnya dapat tempat duduk di LRT

Busyet awannya gelap banget. Was was juga naik LRT saat hujan deras
Dan kini aku disongsong hujan yang begitu derasnya. Aku terjebak di Stasiun Ciracas.Hujan angin membuat hujan pun masuk ke celah-celah stasiun. Jadi makin lambat dan makin tidak hemat deh hahaha.
