Dua Kucing Main Tangga

Si Momo mengikutiku naik tangga untuk melongok dari jendela bagian atas di loteng. Jendelanya begitu tinggi, sehingga aku juga harus naik tangga. Aku tengah mencari Cemong. Hampir setiap hari aku melongok dari jendela dan memanggil nama Cemong, selain jalan sore untuk menemukannya.
Si Momo nampaknya penasaran. Ia suka melompat keluar dari jendela bagian bawah. Aku pernah lupa akan sosoknya dan baru panik ketika ia tak kunjung kembali. Ia naik atap dan muncul dari sisi jendela bagian atas.
Ketika melihat Momo sampai di puncak tangga dan kemudian melamun ketika menatap dari balik jendela, aku merasa penasaran. Apa yang dilihat si Momo? Apakah ia juga penasaran akan dunia luar?
Raut wajah dan tatapan matanya nampak begitu penasaran dan antusias. Mungkin ia membayangkan dunia luar begitu luasnya dan misterius. Sementara ia hanya kucing rumahan yang jangkauannya hanya sekitar gang di depan rumah.
Si Mimi, saudaranya ikut penasaran. Ia pun ikut naik tangga. Sayangnya Momo tak mau berbagi di puncak. Ia melarang si Mimi naik sampai di bagian teratas. Ia tak mau memberikan kursinya.
Wah Momo kayak pejabat di sini aja ya. Kalau sudah berada di tampuk tertinggi jadi malas dan enggan bergantian dengan yang ada di bawahnya.
