Simfoni Kodok

Kemarin aku dapat hadiah berupa stiker kodok. Aku tertawa karena belakangan ini aku juga melihat kodok. Di halaman rumah ada kodok. Di bawah wastafel, dekat toilet Pusat Suaka Elang, aku juga bertemu kodok. Eh kemudian aku juga punya stiker kodok. Sepertinya aku berjodoh dengan kodok.
Waktu kecil aku suka kodok. Aku seperti berkawan ketika belajar hingga larut malam dengan simfoni kodok.
Kami punya kolam yang kemudian entah dari mana banyak didatangi kodok. Aku sangat menyukai orkestra kodok. Sayangnya tidak demikian dengan ibu dan kakak, entah sejak kapan halaman dan kolam kami tak pernah lagi dikunjungi kodok.
Aku beruntung halaman rumahku menjadi rumah kodok. Meski hanya kutemui satu kodok.
Lihatlah warnanya, kemerahan, kodok penjaga lingkungan, penjaga kualitas air. Terima kasih kodok, berkatmu nyamuk berkurang dan kamu memberikan sinyal bahwa kualitas air masih bersih.
Ketika kutemui kodok di dekat toilet Pusat Suaka Elang, aku pun gembira. Air di sini jernih dan segar. Namun, aku juga bertanya-tanya. Apakah kodok ke tempat tersebut agar tetap lembab? Mengingat sungai mengering, ia pasti haus dan perlu kelembapan.

Semoga sungai kembali terisi air. Hujanlah yang deras agar ikan dan penghuni sungai tak semua mati. Aku yakin hujan akan disambut kodok dengan hati riang dan syukur sepenuh hati. Kuk kong kuk kong mereka akan memainkan simfoni.
