Wah Ramenya Perpustakaan Nyi Ageng Serang

Oleh karena ada acara di Sinematek yang berada satu gedung dengan Museum Perfilman, aku pun singgah untuk Perpustakaan Nyi Ageng Serang. Aku penasaran karena perpus ini baru buka dan lokasinya dekat dengan Museum Perfilman di Kuningan. Ternyata banyak yang penasaran, sama sepertiku, oleh karenanya kemudian diterapkan sistem antrian.
Lokasi perpustakaan ini cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Tinggal naik transportasi umum seperti LRT Jabodetabek dan TransJakarta lalu turun di Rasuna Said. Lalu tinggal jalan kaki deh, bisa jalan dari parkiran di Pasar Festival atau melewati trotoar selama beberapa menitan. Perpustakaan ini ada di gedung Nyi Ageng Serang lantai tujuh, bisa naik lift dari lobi.
Aku sebenarnya sudah merasa bahwa perpustakaan ini bakal ramai pada minggu-minggu awal dibuka. Namun, aku tak mengira sepadat ini sampai terpaksa pakai sistem antrian. Aku tadi menunggu hampir 30 menitan baru dapat giliran. Wajar sih kuota dibatasi karena isi perpus penuh banget. Jadi susah menemukan tempat duduk untuk membaca.

Nah sebelum masuk pengunjung harus mendaftar dulu lewat Jaklitera. Setelah itu harus verifikasi akun dulu via email. Setelah itu, pengunjung bisa masuk dengan melakukan scan barcode. Untuk keluar perpus nantinya juga harus scan barcode lagi.
Tas harus ditaruh di dalam loker. Pengunjung bisa menyewa loker di meja informasi. Laptop dan tumbler berisi air putih boleh dibawa masuk dengan tas khusus yang tersedia di loker. Di dalam perpus ada meja dan colokan kabel bagi yang ingin mengetik di dalam.
Awalnya aku sekadar mencari bukuku hehehe. Tapi ternyata bukunya ada di lantai berikutnya. Karena waktuku terbatas akhirnya aku hanya puas melihat-lihat koleksi buku dan membaca satu buku. Buku tersebut berisikan satu abad perjalanan Disney. Bukunya bersampul tebal dan berilustrasi berwarna. Mungkin lain waktu kuceritakan isinya.

Perpustakaan ini nyaman apabila pengunjung terbatas. Koleksinya juga lumayan lengkap dan beragam. Ada beberapa buku yang ingin kubaca dan kupinjam pulang. Selain itu jam operasionalnya juga memanjakan. Perpus ini buka setiap hari dari pukul sembilan pagi hingga jam sepuluh malam.
Wah sepertinya perpus ini bakal jadi jujugan favoritku karena lokasinya mudah dijangkau dari tempat tinggalku. Masih perlu sejam lebih sih ke sininya, tapi tinggal naik ojek online dan LRT saja plus sedikit jalan kaki sudah sampai.
Ehm lain waktu aku mau baca karya sastrawan yang dapat Nobel di perpus ini.
