Eh Ada Nasi Kuning Sunda

Baru pukul 05.50 pagi. Matahari masih malu-malu hadir. Namun, motor dan mobil telah menyesaki jalanan hingga aku susah berjalan kaki. Setelah belanja lauk dan sayur di pasar kaget, aku tertarik akan nasi kuning.
Yang bikin aku tertarik adalah tambahan Sundanya sehingga nama lengkap di gerobaknya adalah Nasi Kuning Sunda. Wah aku baru tahu Sunda juga punya nasi kuning, biasanya yang populer adalah nasi kuning Jawa, Manado, Gorontalo, dan Banjar.
Coba aja deh.
Kuintip lembar uang di dompet mungil. Masih cukup kayaknya untuk beli satu porsi.
Aku menyapa penjualnya dan menanyakan perbedaan nasi kuning Sunda dan nasi kuning pada umumnya. “Yang jual ini urang Sunda,” ujarnya berkelakar.
Satu porsinya Rp8ribu rupiah. Dalam satu porsi ada nasi kuning, irisan telur dadar, kering tempe kacang, dan sambal. Plus kerupuk warna-warni. Gorengan seperti tempe dan tahu dijual seribu rupiah. Sedangkan telur balado dan telur dadarnya Rp4 ribu rupiah. Juga dijual perkedel kentang.

Secara penampilan tak terlihat bedanya dengan nasi kuning pada umumnya. Seperti nasi yang dimasak dengan santan, kunyit, serai, dan lengkuas biasanya. Yang menarik, si mas penjual melipat bungkus kertas cokelat menjadi bentuk kerucut, seperti tumpeng mungil.
Sampai di rumah, rencana kupindahkan ke piring datar. Berhubung tadi mampir ke beberapa tempat, jadinya nasi kuningnya sudah berantakan. Piring jadinya hanya buat alas.
Wah porsinya ternyata porsi pria. Porsinya besar untuk sarapan.
Kusendok nasi kuning. Ada sesuatu yang unik tapi aku belum mengenali.

Butiran kacang tanah memberikan tekstur yang berbeda dan pengalaman bersantap yang menyenangkan. Aku selalu menyambut kacang tanah goreng dalam masakan, tapi menolak untuk kacang kedelai goreng.
Akhirnya aku tahu yang membuat nasi kuning ini beda dan nikmat. Ada lalapannya yang bikin Nyunda dan rasanya jadi segar. Mentimun dan kemangi dicincang dan dicampur ke dalam nasi kuning oleh penjual ketika ada yang membelinya. Lalapan ini serasi dengan nasi kuning, membuatnya tidak eneq, terbukti aku bisa menghabiskannya.
Kalau kubaca dari penelusuran mbah Google sih sambalnya seharusnya sambal oncom sehingga punya citarasa dan aroma yang khas.
Porsinya kebanyakan. Aku jadi kekenyangan hahaha. Akhirnya aku tahu nasi kuning Sunda. Perbendaharaan nasi kuningku jadi bertambah.

Jadi pengen beli tapi disini nggak ada yang jualan wkwk