Catatan Tengah Malam

Mendengarkan “Tattered and Torn” milik Slipknot saat jarum jam telah melewati angka dua belas itu sesuatu yang acak bagi kehidupanku. Aku seperti menjadi tawanan monster-monster kepiting yang dikomando oleh Corey Taylor. Anehnya, meski musiknya aneh dan tergolong cadas, kucing-kucing di sekitarku tetap pulas.
Mereka tak terganggu sama sekali. Ya, aku pernah mencobanya saat mendengar RATM malam-malam. Mereka santai saja melihatku memutar “Guerilla Radio” dengan volume lumayan. Wah si manusia lagi tak bisa tidur saja, mungkin itu yang mereka ucapkan.
Kali ini kucing yang masuk kamar ada empat. Mereka tidur di bawah. Hanya si Sam yang ngotot tidur di dekatku karena ingin menjagaku. Duh aku jadi terharu.
Aku tak tega mengusir mereka. Si Nero Manis lagi sakit. Biasanya ia tidur di loteng tapi kali ini ia turun dan mau bersamaku. Si kucing kecil Miu sudah pulas sejak kekenyangan. Si Cindil ratu kucing sendiri selalu bersamaku. Ya sudah tak apa-apa kasihan mereka.
YouTube Music masih memutar lagu yang lumayan cadas. Duh lagu-lagu kesukaan kebanyakan metal hahaha. Kadang-kadang aku dengar musik klasik dan instrumental, tapi kali ini aku lagi tak ingin. Mungkin nanti.
Tulisan ini hanya catatan. Tak ada isinya. Mungkin otakku sedang ingin istirahat setelah merasa lelah dengan kabar-kabar buruk yang kubaca.
Aku mengirim doa ke semesta. Andai energiku bisa kualirkan ke Kalimantan dan hutan-hutan yang membara agar cepat padam. Aku berimajinasi aliran energi dan doaku tiba di sana.
Aku ingin mendekap para flora dan fauna yang ketakutan. Hutan dan air lenyap. Sanak saudara mereka tewas. Mereka juga terkepung api, mengerikan.
Kehidupan di negeri ini begitu kejam. Tapi sebenarnya masih ada manusia-manusia yang sayang kepada mereka. Jika hidup di dunia ini sudah seperti neraka, bersuka citalah sepenuh hati di surga kelak.
Mataku masih menyala. Doa masih kupanjatkan. Aplikasi mulai memutar lagu-lagu yang lebih tenang.
Selamat beristirahat dan berakhir pekan.
