Three Billboards Outside Ebbing, Missouri yang Alurnya Dinamis

Film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri memiliki judul yang panjang dan tidak biasa. Film ini meraih empat penghargaan Golden Globe, yaitu ajang bergengsi bak pemanasan untuk ajang Academy Award. Dalam Academy Award film ini juga mendapatkan tujuh nominasi Oscar dengan dua nominasi di penghargaan utama yaitu nominasi aktris terbaik untuk Frances McDormand dan film terbaik bersaing dengan Dunkirk, Get Out, The Shape of Water dan lima film lainnya. Seperti apakah film tentang papan reklame ini dan bagaimana kansnya untuk raih piala Oscar?

Film dengan judul panjang dan menyebut papan reklame ini rupanya tak hanya memiliki premis menarik, juga memiliki sisi komedi yang gelap. Diceritakan ada seorang Ibu bernama Mildred Hayes (Frances McDormand) yang sedih dan depresi. Anak remajanya, Angela meninggal dan diperkosa secara mengenaskan. Pelakunya hingga tujuh bulan berikutnya belum juga tertangkap. Ketika melewati jalanan yang sepi ia melihat papan-papan reklame yang kosong. Terbesit ide di benaknya untuk menyewanya.

Ia pun menyewa tiga papan reklame. Si petugas periklanan, Red Welby (Caleb Landry Jones) heran melihatnya hendak menyewa papan iklan yang berada di jalanan yang sepi, tapi kemudian paham akan alasan ibu tersebut. Ia menuliskan tiga kalimat, satu kalimat untuk tiap-tiap papan reklame besar. “Raped while dying” (diperkosa saat sekarat), “Still no arrests?” (belum ditemukan pelakunya yang ditangkap), dan “How come, Chief Willoughby?” (bagaimana bisa Sherif Willoughby)?

Pemasangan reklame itu jelas menantang pihak kepolisian. Mildred paham tersebut dan ia tahu risikonya. Sherif BIll Willoughby (Woody Harrelson) merasa kesal karena Mildred tidak mengetahui jika ia telah berusaha. Ia sendiri tengah mengidap kanker pankreas dan ia berharap Mildred bersimpati kepadanya. Sedangkan anak buahnya, Jason Dixon (Sam Rockwell) yang rasis bersikap keras dengan mengancam Red Welby dan pemasang reklame. Ia kemudian juga menangkap sahabat Mildred sebagai aksi ‘balas dendamnya’ karena Mildred seolah-olah menantang pihak kepolisian.

Aksi Mildred kemudian mengalami sejumlah reaksi, ada yang simpati namun banyak pula yang antipati. Mereka menganggap Mildred tidak memiliki empati terhadap sang sherif. Putra Mildred, Robbie Hayes (Lucas Hedges) di-bully teman-temannya. Sedangkan seorang pria bertubuh kerdil, James (Peter Dinklage) malah mengaguminya dan menganggapnya ia seorang perempuan pemberani dan pejuang.

Hingga suatu saat sang sherif bunuh diri. Makin banyak pihak yang menyalahkan Mildred. Ia membaca pesan terakhir sang Sherif dan terpekur. Si Sherif lah yang ternyata membayar uang sewa papan reklame sebulan berikutnya sebagai aksi pembalasannya. Kemudian entah kenapa papan tersebut terbakar. Mildred yang frustasi pun berniat membakar kantor polisi. Tak disangka di dalamnya ada Jason yang sedang membaca pesan terakhir sang Sherif. Sejak itu perubahan besar pun terjadi. Apa yang akan terjadi pada Mildred?

Awalnya aku agak menyepelekan film ini, sepertinya membosankan. Tapi ternyata tidak, film ini menarik dan alurnya dinamis. Film ini di awal diiringi oleh lagu seriosa ala opera dan kemudian lagu-lagunya asyik didengar. Itu poin plusnya. Selanjutnya yang patut diapresiasi adalah jalan ceritanya yang unik. Judulnya saja sudah unik. Menurutku dari segi tema, film ini agak mirip dengan Prisoners yang dibintangi Hugh Jackman, dimana si orang tua akan melakukan apa saja untuk anaknya.

Akting para pemainnya juga oke. Frances McDormand sebagai Mildred Hayes menampilkan sosok ibu yang berwatak keras dan mau melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. Sedangkan Woody Harrelson sebagai Chief Bill Willoughby, aktingnya semakin apik di sini. Nama Woody semakin dikenal sejak berperan di Now You See Me sebagai salah satu pesulap. Ia kemudian juga tampil di film War of The Planet of The Apes dan The Hunger Games. Menemani Frances ia juga mendapat nominasi Oscar sebagai aktor pendukung terbaik. Sedangkan si polisi rasis yang diperankan Sam Rockwell juga memiliki perkembangan karakter di sini. Sam dikenal sejak tampil di Charlie’s Angels kemudian ia tampil di Moon dan Way Way Back. Berkat perannya sebagai polisi rasis, ia mendapatkan penghargaan Golden Globe sebagai aktor pendukung terbaik. Ia juga meraih nominasi Oscar untuk aktor pendukung terbaik, bersaing dengan Woody.

Filmnya seru dan memiliki berbagai pesan, tentang rasis dan humanisme, tentang empati dan juga depresi yang menimpa orang tua korban, juga profesionalisme dari aparat hukum. Aku lebih suka film ini daripada Lady Bird. Oh ya selain nominasi film terbaik, aktris terbaik, dan aktor pendukung terbaik, film ini juga raih nominasi musik orisinil terbaik, naskah asli terbaik, dan penyuntingan film terbaik. Ada dua aktor di sini yang dapat nominasi di kategori yang sama dan kans salah satu di antara mereka cukup besar.

Detail Film:
Judul : Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Sutradara : Martin McDonagh
Pemeran : Frances McDormand, Sam Rockwell, Woody Harrelson, Peter Dinklage, John Hawkes, Lucas Hedges, Abbie Cornish dan Caleb Landry Jones
Genre : Drama
Produksi : Blueprint Pictures, Fox Searchlight Pictures, Film4 Productions, dan Cutting Edge Group
Skor : 7,8/10
Gambar : IMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 27, 2018.

42 Tanggapan to “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri yang Alurnya Dinamis”

  1. Waaa skornya lumayan tinggi tapi kenapa gak pernah ngeliat ya 😦

  2. Ini film parah!
    Dari awal gwa udah dibikin penasaran sma judulnya, meskipun udah dibuka blak-blakan di part awal. Tapi, kisah dibalik itu yg bikin gwa fokus ntnnya, pengen tahu apa yg sebenanrnya terjadi dan solusinya apa.
    Dan endingnya! Film berkelas bgt, dimana kita sbg penonton disuruh turun tangan menentukan. Sukak!

  3. Pilem semacam ini keren banget niiih, so classy!

  4. Judul terpanjang dalam film kayaknya nih. Tp blom ada di indonesia ya?

  5. Jeng Puspa, ulasan Filmnya selalu keyeeen

  6. Keren film nya tapi belum masuk bioskop indo.

  7. Aku jadi nyari reviewnya di Youtube :)))

  8. Ide ceritanya bagus ya. Suka aku dengan drama action gini. Apalagi ada pesan humanisme yang di bawa. Thx infonya kak

  9. Film yang menarik mbak, apalagi dapat Golden Globe

  10. Keren nih mbak Puspa review film terus konsisten. Mantap!

  11. Kisah yang diangkat menarik. Aku belum nonton sih, tapi nanti bisa dicari kalau nggak masuk bioskop Indonesia. Film dengan judul panjang oke juga..

  12. Wuah..menarik jalan ceritanya, ga terduga alurnya. Tapi jd penasaran siapa yg membakar reklame itu..?

  13. Wah, ulasan filmnya keren nih. Sayang ya kalau ga masuk Indonesia, padahal jadi pengen lihat selengkapnya 😦

  14. Penasaran jadi pengen nonton filmnya

  15. jadi penasaran sama film nya,

  16. ini pilem kapan muncul di cineplex

  17. wah ini pelm wajib tonton! Makasih untuk resensinya.

  18. Film begini biasanya disukai suamiku neh, kasih ah referensinya

  19. iya ya judulnya lumayan panjang. dari sinopsisnya sih kayaknya seru apalgi film ini mendapatkan 4 penghargaan pastinya bukan film sembarangan.

  20. Wajib nonton untuk weekend besok laaaah… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: