Mimo dan Momi

Akhirnya dua bayi kucing ini punya nama. Yang hitam berwarna Mimo dan yang putih itu Momi. Keduanya lemah karena dulu sering diculik Mimi dan ditelantarkan.

Gara-gara induk Mimo, si Mimi masih baru kali pertama jadi ibu, kelakuannya aneh-aneh. Ia sering memindahkan anak-anaknya ke tempat sempit dan kotor. Alhasil bayi kucingnya yang selamat hanya satu.

Tak cukup dengan itu, ia menculik satu-persatu bayi Mumu hingga mereka lemas terlantar. Aku sampai berulang kali menyelamatkan mereka dan akhirnya kutaruh di kandang. Mungkin karena pernah lama terlantar, bayi tersebut satu-persatu lemas dan meninggal. Aku sering menangis minggu lalu karena hampir tiap hari memakamkan bayi kucing. Total ada lima bayi Mumu yang tak selamat.

Jadinya kini masing-masing hanya punya satu anak kucing. Usia Mimo sudah lima minggu, sedangkan Momi baru tiga mingguan. Mimo yang juga sakit-sakitan dan rapuh saat ini hanya memiliki satu mata dan pilek batuk. Tapi ia kucing yang lincah dan periang.

Hari ini aku membawanya pulang setelah ia dirawat sekitar empat harian. Ia sakit mata dan lemas. Kini mulai baikkan.

Si Mimi menyambut anaknya gembira. Ia jilati dan susui. Eh Momi ikutan. Ketika Mumu datang, kedua bayi kucing pindah menyusu ke Mumu. Eh mereka jadinya punya dua induk ya.

Sedangkan Momi masih lebih banyak tiduran. Induknya, Mimi, sudah mulas malas memberi susu. Alhasil aku dalam beberapa kali sehari menyuapinya dengan bubur wet food. Ia belum bisa makan sendiri ketika coba bubur tersebut kusodorkan.

Masa-masa anak kucing di bawah enam bulan itu riskan. Aku harus menjaga mereka sebaik-baiknya. Kalian tumbuh sehat ya hingga menua.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 20, 2026.

Tinggalkan Balasan