Komik Pernak-pernik Jakarta.. Oo Ye! ini mengingatkanku pada komik Lagak Jakarta karya Benny Mice. Beda komik karya Hior Yogacesa ini tentunya pada art style-nya, karakter, dan alur ceritanya yang menyorot masyarakat yang tinggal di kolong jembatan. Lanjutkan membaca ‘Pernak-pernik Jakarta.. Oo Ye!’
Pernak-pernik Jakarta.. Oo Ye!
•September 9, 2024 • Tinggalkan sebuah KomentarEksebisi Seni di 100 Persen Manusia
•September 8, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Dalam Festival 100% Manusia 2024, selain pemutaran film juga diadakan fringe event. Salah satunya yaitu STIGMA Collective Exhibition Volume 4×100% Manusia Film Festival 2024, #100Exhibition: Equality, Diversity, and Humanity yang dikurasi oleh Geofany Tambunan dan Skinner Ohrami. Lanjutkan membaca ‘Eksebisi Seni di 100 Persen Manusia’
Nonton Sendirian (Lagi)
•September 6, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Nonton film sendirian di bioskop ataupun festival itu rasanya nano-nano. Kadang-kadang memang ada perasaan was-was. Apalagi jika nontonnya malam hari atau tempatnya bikin perasaan tak nyaman. Kali ini aku lagi-lagi nonton film sendirian. Lanjutkan membaca ‘Nonton Sendirian (Lagi)’
Gedung Kosong Jakarta dan Mereka yang Sukses Membalik Keadaan
•September 4, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Semenjak pandemi dan kebiasaan masyarakat yang berubah, tak sedikit bangunan kosong di Jakarta, baik yang awalnya berubah perkantoran maupun pusat perbelanjaan. Sebenarnya akan sangat disayangkan jika bangunan tersebut dibiarkan mangkrak, apalagi biaya pemeliharaan juga tak murah. Lantas bagaimana jika gedung tersebut dialihfungsikan seperti PosBloc Jakarta? Lanjutkan membaca ‘Gedung Kosong Jakarta dan Mereka yang Sukses Membalik Keadaan’
Sungai dan Jakarta
•September 3, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Setiap kali membaca buku-buku tentang Jakarta masa lampau, ada sesuatu yang berdesir di hati. Dalam buku dikisahkan Jakarta dulu adalah tempat yang subur, dengan hutan dan kebun yang hijau, binatang juga beragam, dan sungai yang bersih dan bisa dilayari. Ah sepertinya gambaran itu sangat berbeda dengan Jakarta pada masa sekarang. Lahan sudah padat dihuni, hewan menyingkir, para hewan penghuni sungai juga telah di surga karena sungai yang sarat polusi. Lanjutkan membaca ‘Sungai dan Jakarta’
