Bersemangat Seperti Laura: #7 Leluhur Laura

seri laura-all

Laura akhirnya berhasil terbebas dari utang. Pertaniannya mulai menunjukkan hasil dan ia berhasil membuat rumahnya menjadi cukup lega seperti bayangannya. Suatu kali ia mengunjungi puterinya dan terkejut melihat perkembangan trem, angkutan dalam kota, gedung-gedung tinggi dan bertemu dengan banyak orang-orang dari berbagai negara.

Ketika ia diajak menantunya mengunjungi suatu festival makanan mancanegara ia sangat senang dan mencobai hampir semuanya. Lalu ia ditawari untuk menuliskan kesan-kesannya selama di festival tersebut dan artikelnya dimuat di surat kabar. Ia senang sekali dan sejak itu mulai menuliskan biografinya dibantu putrinya. Buku tersebut mulai dirilis tahun 1930-an dan diberi judul Little House. Total ada 11 buku tentang Little House:
1. Rumah kecil di Rimba Besar
2. Rumah Kecil di Padang Rumput
3. Anak Tani
4. Di Tepi Sungai Plum
5. Di Pantai Danau Perak
6. Musim Dingin yang Panjang
7. Kota Kecil di Padang Rumput
8. Tahun-tahun Bahagia
9. Empat Tahun Pertama
10. Dalam Perjalanan Pulang
11. Surat dari Jauh

rumah laura baru

Setelah menuliskan kisah masa kecilnya, Laura mencoba menuliskan kisah ibunya (Caroline Quiner), nenek (Charlotte Tucker) dan juga nenek buyutnya (Martha Morse) meski kemudian tidak diselesai dan dilanjutkan oleh penulis lainnya.

lelluhur laura-all

Caroline, Ma Laura, tumbuh besar di Winsconsin yang masa itu seperti hutan rimba tertutup pohon-pohon tinggi. Ayahnya, Henry Quiner meninggal ketika ia masih berusia lima tahun. Sebelum pindah ke Winsconsin, mereka tinggal di kota kecil bernama Brookfield. Ayahnya berlayar dan ibunya bekerja sebagai penjahit dan memiliki toko pakaian.

seri katerine

Setelah ayahnya meninggal, ibunya mengurus pertanian dan kadang-kadang menjahit jika ada pesanan. Mereka mulai hidup kekurangan. Bahkan suatu kali Caroline terpaksa ke tempat ibadah dengan baju yang mulai sempit dan pudar serta kakaknya, Martha, harus mengenakan sepatu yang telah jebol. Karena rumah mereka hendak dipakai pemiliknya, mereka membeli lahan di Winsconsin. Mereka bekerja memberi makan pekerja di sana setelah panen mereka gagal. Ibu Caroline, Charlotte akhirnya menikah dengan salah satu pekerja dan mereka mulai hidup berkecukupan. Caroline di sini digambarkan memiliki tiga kakak dan dua adik. Joseph, Henry, Martha dan dua adiknya, Elisa dan Thomas. Ada empat buku kisah Caroline:
1. Rumah Kecil di Brookfield
2. Rumah Kecil di Persimpangan
3. Rumah Kecil di Hutan
4. Di Puncak Bukit Concord

charlotte

Charlotte, nenek Laura, tidak pernah disebut-sebut di dalam kisah Little House masa Laura. Ia sangat ahli menjahit dan sempat memiliki toko pakaian di Boston dan penjahit di Brookfield. Masa kecilnya di daerah Tide Mill Lane berkecukupan. Ayahnya membuka jasa besi tempa dan ia memiliki saudara sangat banyak, yaitu sembilan. Charlotte hidup pada masa perang sipil antara pro perbudakan dan pejuang persaamaan hak. Charlotte dikisahkan dalam dua buku:
1. Rumah Kecil di Teluk Boston
2. Di Daerah Tide Mill Lane

seri marthaMarta Morse adalah nenek buyut Laura. Ia sebetulnya adalah gadis puri yang memiliki darah kebangsawanan dari ayahnya yang seorang tuan tanah Skotlandia. Ia berambut ikal merah dan sangat periang serta serba ingin tahu. Tidak seperti kakak-kakaknya, ia suka bergaul dengan rakyat jelata dan kurang suka dengan tatacara bangsawan yang formal. Ia memilih menikah dengan anak penempa besi bernama Louis Tucker. Dan kemudian mereka memilih mengarungi lautan luas menuju daratan Amerika. Buku tentang Martha yaitu:
1. Rumah Kecil di Dataran Tinggi
2. Jauh di Seberang Danau

seri lereng bukit

Rose Wilder, puteri tunggal Laura. Saya sudah merangkum kisahnya pada artikel sebelumnya. Dimana ia tumbuh menjadi gadis cerdas dan berhasil mewujudkan mimpinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Buku tentang Rose digarap Roger Lea MacBride yang merupakan sahabat Rose dan dianggap sebagai anaknya karena Rose tidak memiliki anak. Kisah-kisah Rose menjadi delapan buku Seri Lereng Bukit:
1. Rumah Kecil di Lereng Bukit
2. Tanah Pertanian Kecil di Lereng Bukit
3. Negeri Apel Merah Besar
4. Menjelajah ke Seberang Bukit
5. Kota Kecil di Lereng Bukit
6. Fajar Baru di Lereng Bukit
7. Di Tepi Sungai Kecil
8. Bachelor Girl

~ oleh dewipuspasari pada Maret 17, 2014.

8 Tanggapan to “Bersemangat Seperti Laura: #7 Leluhur Laura”

  1. Penasaran, klo yg seri Martha, Charlotte, Caroline.. Penulisnya kan bukan Laura… Jadi kisah2nya true story atau fiksi ya?

    • Entahlah. Waktu dulu Laura pernah berkirim surat ke bibinya, meminta tolong bercerita bagaimana si ibu (Caroline) dan si nenek (Charlote). Kalau yang Martha entahlah. Tapi sepertinya keluarga mereka tipe yang suka menulis surat dan membuat buku harian.

  2. Sulit untuk mencari edisi baru serial rumah kecil edisi moyang laura, kira2 kapan dicetak lagi ya? Mohon informasinya.

  3. dimana saya bisa mendapat serial buku ini khususnya serial charlotte..saya belum pernah baca…sementara seri caroline quiner…baru 2 seri saya baca…seri laura dan rose wilder…mudah2 an saya udah lengkap…please…saya mau beli karya charlotte…

    • Salam kenal Mida,
      Saya dulu beli semua bukunya di pameran buku di Senayan. Wah sama, saya juga belum lengkap untuk Caroline baru punya tiga, kurang satu buah. Koleksi Charlote juga baru dua. Mungkin bisa pesan di Gramedia (ini belum saya lakukan:p). Kalau menurut saya bagusan gaya bahasa di kisah Caroline daripada Charlote. Dan memang paling bagus gaya bahasanya Laura karena asli dibuat oleh Laura.

  4. Dulu serial Film Little house on the prairie di putar di TVRI, mohon bisa kah lagi di putar ulang baik di TVRI kembali atau stasiun tv lainnya yg berkenan. thx.

    • Hai Ulfah salam kenal,
      Wah suka dengan Little House juga ya? Saya dulu juga sempat nonton di TVRI tapi karena masih kecil tidak begitu paham dengan ceritanya. Coba ya kalau diproduksi ulang. Filmnya sepertinya tahun 70-an, kurang tahu apakah masih enak ditontonnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: