Televisi Kawan Juga Lawan

Camera 360

Camera 360

Televisi sudah bukan lagi barang mewah. Siapapun bisa memilikinya. Keberadaannya sudah seperti teman setia. Sepanjang hari bisa terus menyala meski tidak jarang tak ditonton hanya diperlukan suaranya. Dan kadang kala yang ditonton itu-itu saja, mulai dari sinetron yang bertema hedonisme hingga horor yang malah membuncah tawa. Seperti apakah kualitas program tv nasional di mata komikus? Yuk kita cari tahu.

Komik parodi tentang dunia pertelevisian nasional ini merupakan proyek rame-rame Komunikitik. Ada nama Alisnaik, Faza Meonk, Farid Nazaruddin, dan Vbi Djenggotten. Mereka masing-masing memiliki coretan yang khas dan gaya berkomik unik.

Alisnaik membingkai karyanya lewat Terjebak Lewat Visual Sinting. Ada 15 karya Alisnaik yang mengisahkan kehidupan Ayemjang dan Meya bersama televisi kesayangan mereka. Setiap hari mereka berkutat dengan televisi dan kemudian terlibat dalam produksi serial televisi. Ada banyak program televisi yang diparodikan mulai dari Kick Andy, acara masak bersama Farah Quin, ajang mencari bakat, dan sebagainya. Semuanya dikemas ala komikal yang membuat tergelak.

Sedangkan Faza membuat karya Balada keluarga Bang Mamat. Setiap anggota keluarga memiliki program televisi favorit masing-masing dan kadang bertengkar hanya gara-gara berebut saluran televisi. Gaya berkomiknya lebih rapi dan bercorak keluarga Betawi melihat dari gaya berbusana Bang Mamat.

Sementara Nazaruddin lebih eksploratif dan berani bermain-main dengan ide, termasuk membuat cerita tentang operasi pembuatan televisi oleh para makhluk jahat.Komiknya unik karena tidak menggunakan dialog sama sekali. Sehingga pembaca terkadang harus jeli memahami maksud dari gambar-gambar tersebut.

Vbi memungkasi kumpulkan komik ini dengan karakter khasnya yaitu pemuda berambut gondrong dan ikal. Ceritanya yang paling menarik adalah perubahan preman menjadi penonton bayaran.

Komik khas Indonesia ini dekat dengan keseharian sehingga kita seolah menertawakan orang-orang di sekeliling kita, termasuk diri kita sendiri. Siapa sih yang tak pernah menonton atau mendengar gosip tentang artis dan kemudian kita membicarakannya seolah mereka adalah kawan atau orang yang kita kenal.

Dan ada banyak acara televisi saat ini yang membosankan dan terlalu berlebihan. Namun hampir setiap televisi menayangkannya karena ratingnya tinggi. Ya ya ya televisi memang dibenci namun juga dirindui. Teve memang bak pisau bermata dua. Ada banyak program televisi yang buruk namun masih ada yang mendidik.

Buku Yang Penting Rating ini juga tersedia di bukupedia.com. Tinggal klik tautan berikut:

Detail Buku:
Judul : Yang Penting Rating
Pengarang : Alisnaik, Faza Meonk, Farid N dan Vbi Djenggoten
Penerbit : Gradien Mediatama
Rating : 8/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 31, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: