Kisah Romansa Emosional di Kimi no Na wa

Kimi no na wa

Apa yang akan Kalian lakukan jika ruh Kalian gemar berpindah ke tubuh lawan jenis dan itu bukan sekedar mimpi. Mungkin Kalian akan dibilang kerasukan atau Kalian merasa itu rangkaian mimpi buruk yang tak ada habisnya. Itulah yang terjadi antara Mitsuha dan Taki dalam dalam film animasi yang sedang hits hingga saat ini, Kimi no Na wa atau Your Name.

Mitsuha hidup di pedesaan di sebuah kota yang kecil. Ayahnya pemimpin di kota tersebut tapi lalai dalam melaksanakan kewajibannya sebagai ayah sejak istrinya meninggal. Tugas untuk menjaga tradisi kuil shinto pun kemudian diteruskan oleh si nenek dan diajarkan kepada dua cucunya. Nenek inilah yang menjadi sosok pengganti ibu dan ayah bagi kedua anak yang beranjak remaja.

Yang dibenci Mitsuha adalah melakukan tradisi dengan dilihat masyarakat umum. Ia malu melakukannya, sedangkan adiknya yang masih kecil lebih cuek. Selain memintal benang, ia diharuskan menari dan kemudian melakukan prosesi membuat sake kuno.

Oleh karena sebal dengan pekerjaannya tersebut ia berujar untuk hidup kembali sebagai sosok tampan dan hidup di Tokyo. Zeeep keinginannya terwujud.

Teman-temannya mengira ia kerasukan. Karena sosok Mitsuha dalam dua kali seminggu selalu aneh berantakan, duduk seenaknya dan lebih kuat dalam berolahraga. Sedangkan Taki sendiri stress siapa sosok gadis yang seenaknya memasuki tubuhnya dan kemudian menggunakan duitnya untuk berpesta makanan enak. Teman-teman Taki juga menganggap Taki terkadang menjadi manis dan lebih feminin, tapi seniornya di pekerjaan paruh waktunya malah menyukainya.

Mitsuha dan Taki

Keduanya pun kemudian menuliskan aturan-aturan di notes ponsel dan juga meninggalkan berbagai catatan sebagai panduan. Hingga suatu hari komet datang dan sejak itu keduanya tak lagi saling bertukar tubuh.

Taki merasa ada yang aneh. Ia penasaran dengan Mitsuha lalu mencari desa tempat tinggalnya. Saat akhirnya desa itu ditemukan, Taki merasa shock karena desa itu hancur terkena ledakan komet tiga tahun silam dan Mitsuha termasuk dalam daftar penduduk desa yang tewas. Taki pun berupaya agar dapat masuk ke tubuh Mitsuha untuk memperingatkan warga desa akan ledakan komet tersebut.

Wow film ini begitu…begitu apa ya…uhm emosional. Filmnya berhasil mengaduk-aduk emosi dan membuat penasaran sebenarnya apa yang terjadi di antara keduanya.

Film Makoto Shinkai tak kalah populernya dengan anime Hayao ‘Ghibli’ Miyazaki. Dari segi visual, Kimi no Na wa yang disutradarainya begitu indah dan detail. Warna-warnanya begitu vivid. Melihat Kimi no Na wa saya seperti merasakan sensasi ketika menonton 5 cm per second (Byōsoku Go Senchimētoru, ulasan di sini) Perasaan teraduk-aduk dan menjadi sentimentil.

Gaya bercerita Kimi no Na wa mirip dengan 5 cm dimana tokoh utama saling bercerita lewat sudut pandangnya dan kemudian ada lagu yang mengharu-biru dengan kilasan adegan-adegan yang menutup kisah tersebut. Lagu penutup pada 5 cm hingga saat ini masih terekam dengan jelas dan lagu dalam Kimi no Na wa memiliki lirik yang sedih dan membuat penonton bertanya-tanya apakah misi Taki menyelamatkan Mitsuha berhasil.

Kisah sebuah roh yang bertukar tubuh sebenarnya bukan hal yang baru ada 13 Going 30. Kisah romansa lintas waktu juga pernah terlihat di kisah The Lake House dimana Sandra Bullock rajin berkirim surat dengan Keanu Reeves yang ternyata adalah sosok lampau dan ia panik ketika sosok Keanu kemudian menghilang karena mengalami kecelakaan ketika hendak menemuinya. Ia pun berupaya menyelamatkan Keanu lewat suratnya dan berharap mereka dapat bertemu kelak di waktu yang sama. Selintas sedikit mirip dengan nuansa berbeda.

Film Kimi no Na wa ini cocok ditonton para remaja ke atas. Film romansa yang memiliki jalinan kisah yang unik dan mengesankan. Saya memberinya skor 9/10. Satu film Makoto lagi yang menyamai kualitas 5 cm per second.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 27, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: