Kisah Jack dengan Hati dari Jam Kukuk

Jack

Film fantasi memiliki kelebihan dari film lainnya karena kisahnya yang kaya imajinasi. Di dalam animasi fantasi semua bisa terjadi, termasuk menggabungkan manusia dan alat mekanis agar tetap hidup.

Menonton film animasi ini saya jadi teringat dengan Edward and The Scissorhand yang diperankan Johnny Depp. Kali ini tokohnya adalah bocah laki-laki bernama Jack pada akhir abad ke-19 di Skotlandia yang menggunakan jantung buatan karena jantungnya tak berfungsi oleh karena musim dingin berat.

Ibunya meninggalkannya dan mempercayakannya pada seorang bidan bernama Madeliene. Ia hidup dan besar bersama saudara-saudaranya yang aneh dimana mereka seperti zombie dan mayat hidup. Namun ia hidup bahagia hingga ia dililiti rasa penasaran untuk bepergian menuju kota.

Saudara jack

Ibu angkatnya mengingatkannya akan tiga peraturan. Yang pertama, ia tidak boleh bermain-main dan menyentuh jam kukuk di tubuhnya. Yang kedua ia harus belajar mengendalikan dirinya. Dan yang ketiga ia tidak boleh jatuh hati. Ibunya kuatir jika ia melanggar aturan tersebut, jamnya akan berdetak terlalu kencang dan ia akan tewas.

Hingga suatu saat ia bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Acacia. Ia kontan jatuh cinta dan kemudian kolaps. Jantung buatannya hangus, namun ia berhasil diselamatkan.

Jantung hangus

Lantas ia mendapat ide untuk kembali bertemu dengan anak perempuan tersebut dengan bersekolah. Selama empat tahun bersekolah ia di-bully Joe dan kawan-kawannya. Ia selalu terasing dan mereka mengolok-olok jantungnya. Suatu saat Jack tak dapat menahan kemarahannya dan burung kukuk dalam jamnya mengenai mata Joe. Jack mengira ia membunuh Joe dan ketakutan. Ibunya memintanya untuk melarikan diri. Dalam pelariannya ia berjumpa dengan pesulap George Melies dan keduanya pun berpetualang menuju Andalusia.

Jack berpetualang

Saya suka ceritanya yang penuh diwarnai musik karena film ini jenis animasi musikal. Lagu-lagunya sendiri diisi oleh band Dionysos yang vokalisnya merupakan penulis novel La Mecanique du Coeur ini juga sekaligus sebagai sutradara dan pengisi suara Jack.

Ceritanya menarik dengan saudara-saudara Jack yang aneh dan misterius. Namun ceritanya mulai agak membosankan ketika Jack mulai berpetualang. Terasa datar dan saya jadi ingin filmnya segera selesai. Untunglah ending-nya unik dan tidak mainstream.

Detail Film:
Judul : The Boy with The Cuckoo-Clock Heart (Jack et la mecanique du coeur)
Sutradara : Mathias Malzieu dan Stephane Berla
Pengisi Suara : Mathias Malziey, Olivia Riz, Jean Rochefort
Studio: Duran Duboi
Genre : Fantasi, petualangan animasi
Rating : 7/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 28, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: