Petualangan Adama Mencari Sang Kakak

upacara di adama

Adama hidup di Afrika Barat, di sebuah daerah yang tertutup oleh tebing tinggi. Di antara tebing tersebut mengalir air terjun yang menjadi sumber kehidupan penduduk. Keluarga Adama hidup damai dan tentram hingga sang kakak, Samba, memutuskan untuk mencari penghidupan di luar tebing.

Ketika sang tetua menyelenggarakan upacara menyambut kedewasaan beberapa anak di desa tersebut, upacara terhenti tepat pada giliran si Samba. Ada seekor rajawali melintas dimana menurut sang tetua membawa kabar buruk. Sementara itu Samba bersikeras bekerja di luar tebing. Ia menunjukkan kepingan emas yang didapatkannya pada Adama.

Upacara terhenti

Rajawali

Keesokan paginya Samba telah menghilang. Ayahnya meminta warga desa membantu mencarinya. Semuanya enggan, ia memutuskan pergi sendiri. Tapi Adama lebih cepat bereaksi. Ia berjanji akan menjemput dan mengantarkan kembali kakaknya.

Tetua

Maka mulailah bocah desa lugu ini berpetualang. Ia tak tahu seperti apa kerasnya kehidupan di luar tebing. Rupanya dunia sedang dalam peperangan besar, perang dunia pertama. Dan kakaknya memutuskan jadi serdadu di garis depan. Akankah Adama mampu pulang kembali hidup-hidup dan memenuhi janjinya?

Hemmm computer graphic image animasi ini bisa dibilang detail dan hidup. Badai pasir dan derasnya air hujan serta serangan bom seolah seperti nyata. Padahal animasi ini merupakan debut dari sutradara bernama Simon Rouby.

Gambarnya indah dan cerita berlatar perang dunia pertama dibalurkan dengan mitos dan unsur fantasi. Namun, saya awalnya kesulitan menebak latar tempat kisah ini. Jika menilik dari perawakan dan gaya berbusana penduduk desa Adama jelas ia berada di Afrika.

Desa di dalam tebing

Tapi kemudian ia bertemu kulit putih di pelabuhan. Saya menebak-nebak kisahnya terjadi di Afrika Barat seperti Senegal dan pelabuhannya adalah Spanyol atau Prancis. Lantas saya mencari Verdun dimana ternyata berada di Prancis dan merupakan pertempuran besar-besaran antara Perancis dan Jerman dengan korban berkisar 900 ribu jiwa.

Mengapa saya merasa penting dengan masalah lokasi? Oleh karena Adama menempuh berbagai mode transportasi sebelum tiba di medan pertempuran garis depan di Verdun. Entah berapa lama ia berkelana. Selain itu bahasanya dikenal oleh warga di luar tebing dan juga bangsa kulit putih. Apakah ia menggunakan bahasa umum seperti bahasa Inggris, bahasa Prancis atau bahasa daerahnya, itu menjadi tanda tanya. Di dalam film juga terlihat bangsa kulit putih menganggap biasa kehadiran bangsa kulit hitam, hanya sedikit yang rasis sehingga bisa disebut mereka sudah terbiasa bertemu dengan bangsa Afrika yang berkulit hitam.

Adama

Adama digambarkan sebagai bocah desa lugu yang keras kepala. Ia juga tahan banting dan seolah selalu dilindungi, sehingga ia bisa tiba di medan peperangan meskipun belum tentu ia bertemu dan dapat menjemput kakaknya.

Detail Film:
Judul : Adama
Sutradara : Simon Rouby
Genre : animasi, petualangan, perang, fantasi
Rating : 7,2/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 6, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: