Ladies Time dengan Make Over Rame-rame

Mengecat rambut

Pasca mengikuti rangkaian acara Star Wars bersama adik-adik TK dan SD di Hypermart Pejaten Village, mba Muthiah, memberitahu kami ada penawaran spesial dari salah satu produk rambut. Awalnya aku menimbang-nimbang dan ragu, akhirnya ku terbujuk. Alhasil ada empat blogger yang mengikuti ajakan mba Muthiah untuk make over rambut.

Hehehe sebenarnya sih make over-nya tidak muluk-muluk. Hanya sebatas mewarnai rambut. Aku sendiri masih awam dengan dunia pengecatan rambut, paling-paling sebatas menggunakan shampo mengkudu yang bisa menghitamkan rambut secara temporer. Karena sifatnya temporer, biasanya bertahan hanya beberapa waktu dan itupun beli kalau lagi ketemu produknya.

Oh ya, meski hanya make over di bagian rambut, penampilan juga bisa langsung berubah lho, apalagi jika warna rambutnya berbeda dengan sebelumnya.

Hemmm mengapa sih perlu mengecat rambut? Sebenarnya jika rambut Kalian sehat tidak perlu-perlu amat mengecat rambut, kecuali ingin tampil lebih bergaya bak sosialita atau memang berniat berganti penampilan.

Akan tetapi perempuan masa kini terkadang bermasalah dengan uban. Kehadiran uban itu meskipun sedikit cukup mengganggu penampilan:p Biasanya kucabuti uban tersebut atau kadang kusamarkan, tapi kadang muncul juga bak antena hahaha. Aku sendiri bingung kok bisa muncul uban ya? Padahal tante dan ibu paling baru muncul uban sekitar usia 45 tahun ke atas. Apakah karena perempuan masa kini banyak tekanan? Atau karena kurang cocok dengan produk shampo tertentu? Entahlah.

Waktu proses pengecatan rambut sendiri total berkisar dua jam. 15-30 menit untuk proses pengecatan, bergantung tebal tipis dan panjang-pendek rambut. Setelah itu didiamkan sekitar 45-60 menit agar warna meresap. Baru kemudian rambut dikeringkan dan disisir rapi.

Akhirnya saya dapat giliran ketiga karena hanya ada dua petugasnya. Tidak ada bleaching di sini karena bukan salon. Tapi sebaiknya di-bleaching terlebih dahulu jika sudah menggunakan pewarna lain agar warnanya lebih keluar.

Di produk NYu yang berbahan alami ini ragam warnanya tidak banyak. Adanya burgundy, cokelat karamel, cokelat gelap, dan cokelat cerah, juga hitam. Oleh karena saya awam untuk masalah cat rambut, saya tergoda menggunakan warna burgundi. Kayaknya seru punya rambut hitam, sedikit merah dan ungu, meski dalam hati saya berharap warnanya lebih gelap tidak mencolok. Kalau ungu atau merah ngejreng kok rasanya bukan saya banget hehehe.

Singkat kata akhirnya tiga dari kami menggunakan warna burgundy dan dua di antaranya memilih warna cokelat. Untunglah tidak memilih warna cokelat karena cokelatnya lumayan terang. Dan syukurlah warna burgundy-nya di rambut saya jatuhnya gelap, jadi pasangan mengira saya hanya menutup uban. Ia malah tidak menyadari sama sekali warna ungunya. Kalau di mba Yayat yang menggunakan dua kemasan, warna ungunya lebih nampak karena rambutnya cepak. Mungkin karena rambut saya panjang dan lebat, jadinya lebih ke gelap. Tapi saya malah senang, belum siap punya rambut ungu atau merah hehehe.

Niu cat rambut

Oh iya waktu itu kami hanya merogoh kocek sekitar 37 ribu untuk proses pengecatan rambut ini. Oleh karena persyaratannya hanya membeli dua kemasan NYu. Lumayan hemat dan hasilnya kalau bagi saya sih memuaskan. Selain itu seru juga make over rame-rame. Sambil mengecat rambut, kami bisa mengobrol ini itu khas perempuan pada umumnya.

Mengecat sendiri sebenarnya juga bisa dilakukan. Namun agar hasilnya merata, apalagi yang berambut panjang maka biasanya mereka meminta bantuan orang lain atau pergi ke salon.

Waktu itu si petugasnya cerita kalau ada seseorang perempuan yang langsung membeli duabelas buah produk, lalu tiap hari mencampur-campurkan warna dan diaplikasikan ke rambutnya. Rupanya ia penasaran mana warna terbaik di rambutnya. Hahaha eksperimen yang menarik.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 13, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: