Sambal pun Kian Diminati Jadi Buah Tangan

“Teman-teman kantor pesan oleh-oleh sambal nih”.  Pasangan berkerut membaca pesan di ponselnya.  Ia menyebutkan salah satu merk yang populer sebagai buah tangan kota Surabaya. Lho ini kan di Malang, bukan di Surabaya.  Karena suami tetap penasaran dengan sambal merk tersebut, maka jadilah kami berburu di toko oleh-oleh di Malang yang  kabarnya juga menyediakan merk sambal tersebut.

Era media sosial ini memiliki peranan dalam menentukan tren buah tangan. Ketika lagi marak kue-kue yang menggunakan para artis sebagai brand ambassador, maka kawan-kawan suka penasaran dan ujung-ujungnya nitip kue-kue tersebut. Strudel Apel, misalnya. Kini oleh-oleh dari Jawa Timur yang masih hip di antaranya aneka sambal, almond crispy, kripik buah, dan pai apel. Oleh-oleh lainnya yang sudah lebih dulu populer seperti kripik tempe, bumbu pecel, dodol apel, dan petis udang juga masih banyak peminatnya, terutama mereka yang tidak terpapar media sosial.

Akhirnya kami menuju Toko Avia, salah satu supermarket lawas di kota Malang. Wah kami berdua langsung sumringah melihat beragam botol sambal. Tapi rupanya Sambal Bu Rudy, yang populer itu tak nampak. Ya apes deh, ternyata botol terakhir sudah di meja kasir.

Sambal Bu Rudy memang sudah populer sejak lama. Awalnya dari sebuah depot yang kemudian terkenal akan Sambal Bawang dan Udang Goreng Crispy-nya, kemudian dikemas dalam bentuk botol dan ternyata berhasil sehingga ditiru oleh berbagai pihak dengan kekhasan masing-masing. Di supermarket sendiri juga sudah ada beragam menu sambal dari produsen makanan besar seperti Sambal Terasi dan Sambal Ijo.

Oleh karena kehabisan merk tersebut, akhirnya kami melirik merk lain. Toh sebenarnya bahannya mirip-mirip, yaitu cabe besar, cabe rawit dan bawang putih jadinya mungkin rasanya tak jauh berbeda. Kalau dipikir-pikir sebenarnya bisa bikin sendiri sih, tapi sambal kemasan ini cocok sebagai buah tangan ketika berkunjung ke Jawa Timur atau untuk dibuat bekal ketika tinggal di luar negeri. Ketika suami studi ke luar negeri beberapa waktu lalu saya juga membekalinya dengan banyak sambal kemasan, terutama sambal terasi dan sambal masak. Alhasil ia tak kesulitan makan.

Sambal bawang banyak peminatnya

Di Malang ada berbagai merk sambal, seperti Sambel Bu Rusdan dan Sambel Melek Bawang. Jenisnya ada Sambel Bawang, Sambel Bajak dan Sambal Ikan Peda. Di rak supermarket saya juga menjumpai Sambal Petis Tuna, Sambal Ikan Peda, Sambal Ikan Teri, dan Sambal Ikan Jambal Roti. Saat ke luar kota saya juga melihat keberadaan sambal kemasan buatan daerah tersebut, seperti Sambal Lampung dan Sambal Roa.

Ngulek sambel

Sambel rata-rata ada di setiap masakan nusantara

Oleh-oleh sambal ini sekarang menjadi salah satu tren kuliner yang positif karena mempopulerkan kuliner lokal ke berbagai lapisan masyarakat. Cara ini juga efektif untuk melestarikan pengetahuan dan khasanah kuliner tradisional.

Bersantap tanpa sambal rasanya ada yang kurang. Kalau melalang buana ke mancanegara, jangan lupa berbekal sambal.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 30, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: