Sebutir Telur, Nutrisi, dan Harapan

Hari itu hari yang mendebarkan dan menegangkan bagiku. Ibu menyiapkan sebutir telur rebus dan segelas kopi susu. Sejak dulu aku suka menyantap telur rebus dan menjelang ujian, Ibu menyiapkannya setiap pagi sebagai salah satu menu sarapanku.

Aku masih mengingat setiap pagiku itu yang berlangsung bertahun-tahun silam. Sambil menyantap telur rebus aku perlahan-lahan merasa tenang dan tidak terlalu gugup untuk hari ujianku.

Singkat cerita ujianku berlangsung mulus, sehingga aku diterima di SMP favorit dimana kemudian membawaku ke SMA dan universitas ternama. Jika bukan karena sarapan yang bernutrisi tersebut mungkin nasibku sekarang akan berbeda.

Bertahun-tahun kemudian rasanya aku tidak berubah. Aku masih suka menyantap telur rebus untuk kawan sarapan. Jika tidak direbus, aku suka membuatnya jadi telur mata sapi. Telur mata sapi ini enak jadi teman nasi goreng atau disantap bersama kecap.

Nasi goreng sedap plus telur mata sapi (dokpri, pernah dipublikasikan di pustakakulinerku)

Aku tidak tahu persisnya mulai kapan menyantap telur dikonotasikan negatif. Telur dianggap biang keladi berbagai penyakit seperti bisul dan sumber kolesterol jahat. Teman-temanku mulai menjauhi telur, terutama kuning telurnya, yang dianggap ‘berbahaya’.

Aku sendiri termasuk yang tidak mudah menerima informasi kesehatan, apalagi sejak dulu aku paham akan nutrisi dari sebutir telur. Aku tetap suka menyantap telur dan menyantap keseluruhan, termasuk kuning telurnya.

Sego Liwet dengan telur dan ayam itu sedap dan bergizi (dokpri, pernah dipublikasikan di pustakakulinerku)

Dari majalah Reader Digest yang kukoleksi, yaitu edisi Agustus 2013 aku mendapatkan informasi berharga tentang telur. Melalui artikel berjudul ‘Yang Perlu Diketahui Pasien Cerdas’, ada beberapa hal yang kurang benar di masyarakat, seperti menganggap kuning telur mengandung kolesterol tinggi, dimana dapat mengakibatkan penyakit jantung.

Berdasarkan studi yang dirilis oleh American Journal of Clinical Nutrition mereka yang sehat dan mengonsumsi telur tidak akan membuat risiko penyakit jantungnya meningkat. Penelitian lain menyebutkan bahwa mereka yang tubuhnya telah dicek memiliki kolesterol tinggi juga tetap aman menyantap telur sebutir sehari. Hal ini dikarenakan kolesterol pada telur itu kecil. Oleh karenanya kolesterol dalam telur dapat diabaikan alias kurang signifikan efeknya bagi tubuh.

Telur memang kaya nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Di dalam sebutir telur terdapat kandungan protein, mineral, vitamin A, dan vitamin D. Ia juga kaya kalsium dan asam amino essential. Kuning telurnya sendiri juga sarat akan zat bergizi. Pada kuning telur terdapat kolin yang melindungi otak juga lutein yaitu antioksidan untuk meningkatkan kesehatan mata. Sedangkan kandungan kolesterolnya hanya 164 miligram, dimana jauh dari batas yang direkomendasikan oleh American Heart Association, yakni di bawah 300 miligram kolesterol per hari. Mereka yang mengidap penyakit jantung pun masih boleh menyantap telur karena ambang batasnya yaitu 200 miligram.

Seperti halnya telur, ayam juga kerap menjadi ‘kambing hitam’ atas masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan obesitas. Padahal ayam juga kaya protein, vitamin, dan mineral penting. Menyantap ayam secukupnya tentunya akan sangat bermanfaat pada tubuh.  Oh ya mengapa protein itu penting? Karena protein adalah zat pembentuk otot dan sel tubuh. Ia materi pembangun sehingga sel-sel dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan protein akan dapat menyebabkan pertumbuhan yang terhambat, terhambatnya pertumbuhan sel yang berperan dalam kecerdasan, dan penyakit seperti kwashiokor, gizi buruk, lemah otot, dan sebagainya.

Dibandingkan ayam, aku memang lebih menyukai telur karena murah dan mudah diolah jadi berbagai masakan seperti semur, soto, omelet, dan sebagainya. Harga telur juga murah yaitu saat ini di pasar sekitar Rp 18-20 ribu sekilo. Isi telur sekilo sekitar 15-18 butir sehingga harga perbutirnya terjangkau yaitu Rp 1.000-1.400,-.

Harga dan Kandungan Telur-Ayam (sumber: pinsarIndonesia)

Selain dimasak,  telur juga memiliki manfaat lebih, seperti buat masker wajah (putih telur), masker rambut (kuning telur), dan menyuburkan tanaman (cangkangnya yang direndam air). Biasanya aku melakukan perawatan tubuh dengan telur itu sebulan sekali dan aku merasa pori-pori wajahku rapat dan rambutku tetap tebal.

Jika ada bujet lebih dan pasangan ingin dimasakkan ayam ungkep goreng, soto, atau ayam rica-rica aku pun membeli ayam satu ekor, baik ayam negeri atau ayam kampung. Harga ayam negeri lebih murah yaitu berkisar Rp 30-40 ribu. Sedangkan ayam kampung sekitar Rp 55-60 ribu. Masakan ini bisa diolah rata-rata untuk empat kali makan untuk porsi dua orang, dimana masih lebih terjangkau dibandingkan aku membeli masakan jadi.

Hari Ayam dan Telur Nasional
Aku baru tahu jika ada peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional. Rupanya Hari Ayam dan Telur Nasional dicanangkan sejak tahun 2011 oleh menteri pertanian masa itu, Dr. Ir.  Suswono, MA  di Senayan, Jakarta, pada 15 Oktober 2011. Pencanangan hari ayam dan telur ini dilatarbelakangi oleh realita rendahnya konsumsi telur dan ayam oleh masyarakat Indonesia dibandingkan negara tetangga.

Hari ayam dan telur nasional merupakan bagian dari hari telur sedunia (World Egg Day) yang jatuh pada Jumat, minggu kedua bulan Oktober tiap tahunnya sehingga tahun ini jatuh pada 13 Oktober 2017. Hari telur sedunia ini sudah ditetapkan pada tahun 1996 di Wina, Austria oleh International Egg Comission.

Masyarakat masih banyak yang belum tahu jika ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang murah dan kaya manfaat bagi tubuh. Adanya berita simpang siur tentang buruknya mengonsumsi telur dan ayam negeri juga membuat sebagian masyarakat enggan. Oleh karenanya lewat sosialisasi dan hari telur nasional ini masyarakat akan dapat mengetahui manfaat dari sebutir telur dan sepotong ayam.

Wah jadi ingin makan gado-gado dengan telur rebus nih. Sehat dan segar.

Gado-gado (dokpri, pernah dipublikasikan di pustakakulinerku)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 4, 2017.

2 Tanggapan to “Sebutir Telur, Nutrisi, dan Harapan”

  1. telor dadar lebih enak klo sama nasi goreng kak…makananku semalem hehe
    sehat bergizi dan ber nutrisi, cuma klo di goreng banyak minyak jg gak baik kan ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: