Makanan Penyembuh Duka

Aku tahu ia baru menangis. Matanya masih merah dan ada kabut di matanya. Ia berupaya menutup kesedihannya itu dengan gelak tawa yang seolah-olah dibuat-buat. Tapi matanya yang sayu tak bisa menutupi kemuramannya. Ada apakah Diana? Mengapa Kamu berduka?

Satu lagi yang membuatku mengerti dan bisa mendeteksi suasana hati Diana adalah masakan yang dibawanya keesokan harinya. Sebuah dadar telur yang penuh dengan isian. Ada banyak cabe dan daun bawang di dalamnya. Katanya dadar telur itu ampuh membuatnya merasa tenang, mungkin efeknya sama dengan sup ayam atau menyantap permen cokelat.

Diana sama denganku. Jika aku sedih dan gelisah aku melampiaskannya di dapur. Aku sibuk mencuci piring dan gelas. Rasanya mencuci piring dan kawan-kawannya itu seperti membuang dan melepas masalahku. Aku agak merasa tenang setelahnya. Namun, jika tidak ada yang bisa kucuci, aku membuat makanan sekenanya dengan melihat bahan-bahan di kulkas.

Aku suka bereksperimen memasak. Kali ini hanya ada telur, sedikit kismis, dan sisa-sisa selai stroberi yang menempel di botol beling kecil. Aku melihat di rak lemari masih ada terigu dan sebotol kecil oatmeal.

Hemmmm bagaimana kalau kubuat kue kering dari oatmeal saja?
Aku mengaduk telur dengan garpu hingga kental dan mengembang. Kutambahkan sedikit gula pasir, sedikit terigu dan kumasukkan semua oatmeal yang tersisa. Kuaduk hingga semua bahan tersebut menyatu dan tercampur rata. Oh aku lupa aku punya kismis. Kutaburkan misis ke adonan tersebut kuaduk lagi hingga merata.

Aku kemudian menyiapkan pemanggang. Pemanggang buatanku hanya wajan dobel saja. kupanaskan wajan lalu kucairkan mentega sedikit. Selanjutnya, aku mengambil sesendok demi sesendok adonan. Di atasnya kuberi selai stoberi. Kupanggang 10 menit, lalu kubalik wajannya, agar matangnya merata.

Aku menunggunya dengan cemas. Jadikah kueku? Sepertinya kucingku juga tertarik. ia mengendus-endusnya, hidungnya nampak menikmatinya.

Kueku jadi. Bentuknya jelek, tidak seperti kue kering yang indah di pasaran. Aku membiarkannya dingin lalu mengunyahnya. Wah ternyata enak. Manis, gurih, dan asam.

Aku menuang susu dingin. Lalu membawa semangkok kue kering oatmealku dan segelas susu di ruang tengah. Aku menuang sedikit susu ke mangkok kucingku. Kami berdua lalu menonton film. Suasana hening, hanya terdengar suaraku yang mengunyah.

Rasanya bebanku sedikit menguap. Aku merasa ada sedikit yang melegakanku. Kue itukah? Atau karena aku ditemani kucingku?

Esoknya aku dan Diana menikmati kue kering tersebut. Kue kering asam manis yang memberikan suasana hati yang lebih baik. Air mata Diana sudah kering dan matanya sudah tertawa.

Gambar bawah dari shutterstock

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 4, 2017.

2 Tanggapan to “Makanan Penyembuh Duka”

  1. Diana itu siapa Kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: