Usia Tak Lagi Muda Tetap Berjiwa Muda

Aku terkejut ketika bertemu mantan atasanku dan ia sudah memasuki usia pensiun. Wah tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Orang-orang yang dulunya adalah atasanku dan rekan kerjaku di antaranya sudah memasuki usia pensiun. Dulu aku sebenarnya tahu gap usia antara kami lumayan jauh, tapi mungkin aku tak menyadarinya karena mereka berjiwa muda.

Ya, kantor lamaku waktu itu sangat lama tidak membuka rekrutmen. Sekitar 16-17 tahun tidak menerima lagi pegawai karena dirasa kebanyakan. Kemudian baru tersadarkan jika perlu adanya regenerasi. Jika tidak cepat-cepat dilakukan maka ada tongkat estafet yang bakal susah dialihkan. Atau, bisa jadi sebagian besar pegawainya pensiun dan baru kemudian ada penggantinya yang benar-benar masih mentah.

Perbedaan usia antara aku, atasan dan rekan-rekan kerjaku rata-rata 20 tahun ke atas. Dari kesenjangan usia itu aku menyadari bahwa ada berbagai hal yang membedakan kami, dari cara pandang, metode bekerja, cara kami bersikap, dan masih banyak lagi. Tapi mungkin karena waktu itu aku dipindahkan ke humas dari TI, maka kesenjangan usia itu tidak begitu terasa, berbeda dengan divisi lain yang sempat crash antara karyawan lama dan baru. Ada yang menganggap angkuh, susah diberi perintah dan sebagainya.

Di tempat kerjaku suasananya lebih cair. Partner kerjaku berbeda usia sekitar 30 tahun. Aku sering mencandainya sebagai kakekku. Kami berada dalam satu kubikel dan ternyata kami rekan yang kompak. Ia adalah partnerku yang paling baik dan sehati. Ya, ia tahu cara kerjaku, dan aku juga paham cara kerjanya.

Ia sangat pandai mengolah gambar dan video, bahkan kemampuan ia memperbaiki masalah teknis komputer jauh di atasku. Ia sering mengajariku dan memberiku software baru yang menarik. Banyak yang meminta tolong kepadanya jika ada virus, upgrade komputer, ada masalah di laptop, mengolah gambar dan video ia tak segan membantu.

Ia rekanku yang paling klop. Aku waktu itu juga mendapat tugas mengurus konten di portal perusahaan dan editor majalah internal. Ia bertindak sebagai lay outer dan membuat desain majalah.

Meski sudah tua ia tetap berjiwa muda. Kutularkan lagu-lagu cadas kepadanya seperti The Used, Lostprophet, dan sebagainya. Ia pun memberiku banyak video animasi Jepang.

Atasanku rata-rata juga kocak. Ada yang suka menyetel lagu India di kantor. Ada yang berkumis tebal tapi rajin bertanam bunga.

Kini rekan kerjaku di tempat sekarang banyak yang merupakan generasi Z, sangat terkoneksi dengan gadget. Di kantor lama rupanya perbedaan usia dengan yang usia 45-50 tahun ke atas dan generasi Z ini sulit bertemu, ada yang sampai lapor ke direktur karena si senior ini kesal diejek gaptek hehehe. Memang sih ada perbedaan metode bekerja dan cara pandang berkaitan dengan usia dan pengaruh lingkungan. Oleh karenanya ketika nantinya aku semakin tua aku ingin selalu berjiwa muda dan bisa cepat beradaptasi dengan perubahan.

Gambar milik pixabay dan Sharath Komarraju

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 11, 2018.

2 Tanggapan to “Usia Tak Lagi Muda Tetap Berjiwa Muda”

  1. Aku juga pernah punya rekan kerja dari generasi Z. Parah beud,ketawa ngakak di kantor. Kita yang senior jadi harus sering kasih tahu. Pernah panggil Om ke salahsatu rekan kerja. Dia bilang karena seumuran dengan Omnya. Parah beud,untung masih bisa dirubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: