Tentang Menjual Diri

Menjual diri sering dianggap berkonotasi negatif. Padahal menjual diri itu memiliki nilai seni dan perlu berbagai keahlian tertentu. Jika seseorang cakap menjual diri tapi ternyata tak diimbamgi dengan kecakapan yang ia kemukakan maka pihak pengguna jasa dan tenaganya tentu kecewa. Nah, kali ini aku akan bahas sekilas tentang seni menjual diri dari buku berjudul Trik Jitu Jual Diri karya Suryono Ekotama.

Aku sendiri juga tidak pandai menjual diri. Sangat tidak pandai. Dulu aku berpikir menjual diri itu sama dengan menonjolkan diri dan sombong. Tapi dalam dunia bekerja dan dunia sehari-hari sebenarnya kemampuan itu dibutuhkan baik dalam bernegosiasi gaji, mendapatkan posisi tertentu dan bisa jadi mendapatkan restu dari calon mertua.

Pernahkah pada saat wawancara kerja, Kalain diminta untuk bercerita tentang diri Kalian. Kemudian juga dimintai untuk bercerita akan kelebihan diri sendiri dan membahas berbagai contoh kasus pada dunia kerja.

Dulu waktu masih baru lulus kerja dan masih lugu, bagian pertanyaan ini sering membuatku bingung dan ragu. Aku ragu jika aku berbicara tentang prestasi dan sebagainya maka pihak pewawancara akan menganggapku tinggi hati, demikian juga jika ditanya akan kelebihan-kelebihanku.

Tapi seiring dengan kedewasaan dan pengalamanku, aku lebih percaya diri. Jika ditanya oleh pihak HRD saat ini siapa diriku dan apa kelebihanku? Aku akan menjawab saya gemar menulis dan memiliki latar belakang TI. Saya cukup andal melakukan kegiatan menganalisa dan menulis serta telah memiliki berbagai publikasi nasional dan internasional.

Dalam buku tersebut si penulis bercerita jika ia sering menemui pelamar yang tidak mampu menjelaskan siapa dirinya. Tiba-tiba saja si pelamar terdiam. Ketika nego gaji dan gaji si pelamar itu tidak sesuai dengan yang diharapkan maka si pelamar rata-rata melakukan dua hal, pergi tak kembali dan kedua, menerimanya dengan berat hati. Padahal jika ia mampu memberikan argumentasi, misalnya ia berkata gaji sebesar ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta seperti transportasi dll juga untuk pengembangan diri maka bisa jadi gaji yang ia harapkan akan diterima.

Seni menjual diri bukan berarti seseorang tersebut hanya pandai berkata-kata. Tentu saja kemampuan berbicara itu perlu, tapi juga perlu tindakan kongkret.

Selain kemampuan berbicara, kapabilitas yang harus dimiliki seseorang agar percaya diri ketika menjual diri adalah kemampuan menulis persuasif, kemampuan menciptakan visi bagi organisasi, kemampuan membuat anggaran, kemahiran menghitung risiko, ketangguhan menghadapi tekanan, kemampuan menghargai dan sebagainya. Ada berbagai tingkatan kemahiran tersebut, dari kemahiran untuk memenuhi kebutuhan dirinya, orang lain hingga kemampuan yang bermanfaag bagi orang banyak.

Buku ini menarik dan penting dibaca bagi mereka yang akan melakukan wawancara kerja atau yang akan melakukan assessment untuk dipromosikan. Sekali lagi, menjual diri bukan berarti sombong dan mengagungkan diri, namun sarana untuk membuktikan kecakapan agar kemampuan itu lebih bermanfaat dalam lingkup yang lebih besar.

Detail Buku:
Judul : Trik Jitu Jual Diri
Penulis : Suryono Ekotama
Penerbit :Gramedia
Genre : dunia kerja,HRD, manajemen

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 6, 2018.

9 Tanggapan to “Tentang Menjual Diri”

  1. bener banget mbak sebenernya. cuma prakteknya biasanya sering “nggak enakan” >,<

  2. bener banget mbak sebenernya. cuma kalo dipraktekin banyak “nggak enaknya” >,<

  3. Iya,sampe sekarang juga masih gak enak kalo membanggakan diri ke klien asa sombing yah…

  4. Ingat zaman S1, sepuluh tahunan yg lalu dosen saya selalu bilang “beranikan untuk jual dirimu”, which was motivation.

    Skill menjual diri ini menurut saya juga adalah sebuah seni, anyway.

    Cheers 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: