Kucing-kucing Anyar Penghuni Halaman

Ada sesuatu yang baru muncul di halaman rumahku. Mereka hadir bak sebuah kejutan, entah kejutan menyenangkan atau malah membuatku merenung. Ada dua kucing baru. Anak kucing dengan bulu panjang yang lucu.

Kehadiran mereka membuatku menggaruk-garuk kepala. Sudah beberapa bulan ini aku puyeng dengan kucing. Ada empat kucing yang rajin nongol di halaman. Bukan si kucing Nero dan si Mungil. Empat kucing jalanan yang rakus dan selalu lapar. Mereka kunamai Uprit, Ipin Upin, dan Emaknya Mungil.

Kupikir mereka akan pergi setelah dewasa. Rupanya mereka keasyikan. Aku merasa menyesal tak mengusir mereka sejak dulu kala. Dulu aku merasa kasihan, kini mereka nakal. Bahkan sampai beranak pinak segala dengan santainya.

Dua kucing putih itu masih kecil. Usianya mungkin satu bulanan. Mungil, putih dan lucu. Matanya juga bikin kasihan ingin disayangi dan diayomi.

Jumlahnya Ada Berapa Sih?

Kupikir hanya ada dua anak kucing baru. Aku memikirkan strategi memelihara kucing-kucing tersebut. Sebenarnya aku tak sanggup. Sudahlah Kalian pergilah mencari majikan baru. Aku sudah punya Nero dan Mungil, aku merasa sudah cukup. Rupanya tak hanya ada dua kucing baru.

Aku mengetahuinya ketika membersihkan halaman. Ada anak kucing dengan bulu hitam. Waktu kemudian mencuci piring eh ada anak kucing hitam putih melongok di lubang pintu. Wah jadinya ada berapa kucing baru nih?

Aku mengintip dari jendela samping. Ternyata benar dugaanku, induk mereka menyembunyikan mereka di lorong samping rumah. Lalu akupun terkejut menghitung jumlah mereka. Rupanya ada lima anak kucing dari dua induk berbeda. Tiga anak kucing dari Emaknya Mungil dan dua anak kucing dari Uprit. Walah walah memangnya suaka kucing?

Duh aku bingung. Pakan kucing yang biasanya cukup dua bulan kini habis dalam dua minggu. Alamat pengeluaran untuk para kucing akan bertambah empat kali lipat, itu juga belum ditambah untuk lima kucing baru. Wah wah wah moga-moga sembilan anak kucing itu hanya numpang lewat. Dua kucing sudah cukup.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 28, 2018.

5 Tanggapan to “Kucing-kucing Anyar Penghuni Halaman”

  1. aku paling males kalo ada kucing di rumah. nakal2 soalnya. tempo hari ada yang masuk lewat jendela tengah malam, lalu duduk manis di sofa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: