“Rampage”, Salah Satu Adaptasi Gim yang Berhasil

Tidak banyak video permainan (gim) yang sukses dilayarlebarkan, terutama dalam bentuk live action. Resident Evil, Mortal Kombat, GI Joe, dan Assassin’s Creed termasuk adaptasi yang buruk. Sedangkan Rampage termasuk yang bisa disebut cukup sukses meskipun jalan ceritanya juga termasuk standar.

Rampage merupakan film Dwayne Johnson yang diputar sekitar April silam. Rupanya karir Dwayne tahun ini begitu cemerlang dengan banyak membintangi film blockbuster. Setelah Jumanji, Rampage, ia juga dipercaya menjadi pemeran utama dalam Skyscraper.

Dalam film Rampage ia berperan sebagai Davis Okoye seorang ahli primata di San Diego Wildlife. Ia bersahabat dengan gorila albino yang diberi nama George. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

Suatu ketika terjadi bencana. Sebuah tabung dari percobaan di luar angkasa jatuh ke bumi. Tabung itu berisi zat patogen yang mengubah makhluk hidup menjadi berukuran besar dan ganas. Zat itu mengenai George,seekor serigala dan seekor buaya. Badan mereka pun berubah membesar. Mereka menjadi ganas. Termasuk George yang awalnya kebingungan dengan perubahan pada dirinya.

Ketiga hewan buas itu pun membuat penduduk kota ketakutan. Rupanya zat genetik berbahaya itu diproduksi oleh perusahaan yang bergerak di bidang genetik yang dikepalai Dr. Claire Wyden (Malin Akerman). Ia bernafsu mengambil alih ketiga binatang tersebut dan mengarahkan mereka dengan sinyal suara.

Pihak militer pun bergerak untuk menguasai keadaan. Namun ketiga binatang itu jauh lebih kuat. Davis kuatir kepada sahabatnya, George. Ia pun mendapat bantuan dari pakar genetika, Dr Kate Caldwell (Naomie Harris).

Keduanya dipacu dengan waktu. Davis dihadapkan dilema, membantu sahabatnya George atau melihat semakin banyak korban berjatuhan.

Film Rampage menarik dari segi visual. Film yang menunjukkan tiga monster ini CGI-nya cukup halus dan menyatu. Menonton film ini bak menonton film Godzilla plus King Kong.

Aku pernah menulis tahun lalu bahwa akan semakin banyak film monster yang dirilis setelah King Kong: Skull’s Island. Setelah Rampage bakal ada film Godzilla dan berbagai film monster lainnya.

Dari segi cerita sebenarnya filmnya standar. Alur ceritanya bisa ditebak. Dwayne Johnson alias The Rock juga aktingnya masih begitu-begitu saja, meski sudah ada peningkatan dibandingkan ketika ia kali pertama tampil di film.

Tapi dari segi visual dan juga cerita maka Rampage patut dipuji sebagai salah satu gim yang berhasil diadaptasi. Perubahan dalam kisah video gimnya masih enak diikuti.

Dari sekian banyak gim yang diadaptasi memang banyak yang membuat fansnya malah kecewa. Salah satu yang paling sukses adalah Final Fantasy, namun bentuknya masih animasi. Yang bentuknya live action dan cukup sukses adalah Prince of Persia. Warcraft sebenarnya bagus tapi CGI-nya cukup kasar.

Resident Evil mengundang kekecewaan para penggemarnya karena sosok Alice yang malah tidak ada dalam serial gimnya dan ceritanya yang tidak sama dengan cerita dalam gimnya. Tokoh utama Resident Evil, Leon Kennedy malah sangat jarang ditampilkan.

Apakah cerita gim masih menarik dilayarlebarkan? Ya. Aku masih menunggu kapan The Legend of Zelda dibuatkan versi live action-nya.

Detail Film:
Judul: Rampage
Sutradara:Brat Peyton
Pemeran: Dwayne Johnson, Naomie Harris, Malin Åkerman, Jake Lacy, Joe Manganiello, dan Jeffrey Dean Morgan
Genre : fiksi sains, film monster
Skor : 7/10
Gambar : iMDB/Warner Bros

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 23, 2018.

4 Tanggapan to ““Rampage”, Salah Satu Adaptasi Gim yang Berhasil”

  1. mayan menghibur filmnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: