Jurrasic World, Dinotopia, dan Dino Park

These creatures were here before us.
And If we’re not careful, they’re going to be here after.
Life cannot be contained
Life breaks free. Life finds away (Ian Malcolm, Jurrasic World: Fallen Kingdom)

Dinosaurus seharusnya sudah punah saat hujan meteor pada masa lalu. Apakah sebuah kepongahan ilmu pengetahuan jika mencoba menghidupkan mereka lagi dan memberikan mereka kesempatah kedua untuk hidup berdampingan bersama manusia?

Entahlah. Hewan raksasa tersebut memang nampak menakjubkan. Buas sekaligus mengagumkan. Ini mungkin yang membuat banyak ilmuwan tertarik untuk menghidupkan kelompok eptil dan burung raksasa ini pada jaman modern. Jika ilmu pengetahuan memungkinkan, kenapa tidak?

Setelah era Jurrasic Park yang kacau rupanya kelompok manusia belum kapok. Duapuluh tahun kemudian mereka mencobanya lagi dengan membuat taman hiburan raksasa di tempat yang sama, di Isla Nubar, dengan nama Jurrasic World. Kejadian tragis kembali berulang. Taman dinosaurus raksasa itu pun kemudian ditutup.

Pulau tempat dinosaurus itu tiga tahun kemudian mendapat ancaman gunung meletus. Berbagai pakar dan Senat Amerika berdebat apakah hewan-hewan raksasa tersebut yang masih tersisa layak diselamatkan atau tidak. Mereka kemudian memutuskan untuk membiarkannya saja.

Sementara itu Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) yang sebelumnya pernah menjabat sebagai manajer operasi Jurrasic World mendirikan Dinosaur Protection Group. Ia dihubungi oleh rekan Hammond, Benjamin Lockwood, lewat penasihat hukumnya, Eli Mills (Rafe Spall), untuk mengevakuasi dinosaurus. Claire dilibatkan dalam misi ini untuk menghidupkan sistem untuk melacak hewan-hewan tersebut, terutama Blue, satu-satunya Velociraptor. Karena Blue tergolong cerdas namun buas, ia pun meminta mantan kekasihnya yang dulu melatih Blue, Owen Grady (Chris Pratt), untuk membantunya. Mereka pun bersama tim pemburu sewaan memindahkan sebagian dinosaurus ke kapal. Tapi rupanya tim pemburu sewaan tersebut berniat jahat. Apakah kejadian yang tragis bakal berulang lagi?

Apakah Bakal Terjadi Dinotopia Versi Modern?
Aku sudah menonton film ini sebelum hari raya silam. Tapi entah kenapa aku agak enggan menuliskan ulasannya.

Menurutku filmnya standar, penonton hanya dimanjakan dengan visualisasi dan kebrutalan aksi dinosaurusnya. Plot dan alurnya sebenarnya tak jauh beda dengan film-film Jurrasic Park dan Jurrasic World pada umumnya, ajak penonton untuk terkagum-kagum dengan dinosaurus, lalu ciptakan konflik yang umumnya berasal dari kesalahan manusia. Setelah itu tunggulah bencana terjadi.

Aku hanya memberinya skor 7/10. Yang menarik di sini memang sosok Blue yang makin cerdik. Ia tidak sekedar makhluk buas tapi juga nampak cerdas. Yang dinantikan adalah kemunculan hewan-hewan raksasa seperti Mosasaurus, monster laut raksasa, apakah bakal kembali hadir dalam sekuelnya. Dan juga apakah dinosaurus yang tersisa dapat hidup bersama-sama dengan manusia. Upppsss jadi spoiler. Kalian sudah menontonnya kan?!

Kenapa aku menyebut film ini mengarah ke Dinotopia versi modern? Karena pada kisah Dinotopia, digambarkan bagaimana manusia hidup selaras dengan dinosaurus. Di dalam buku Dinotopia malah penggambarannya ekstrim karena dinosaurus juga bisa menjadi pekerja dan juga menjadi penasihat. Ehmmm kalau untuk Jurrasic World rasanya bakal susah kalau dibuat seekstrem Dinotopia.

Taman Hiburan Dinosaurus dan Dinotopia
Jaman aku kecil aku merasa berdebar-debar dan terkagum-kagum dengan patung-patung dinosaurus yang terdapat di tempat bermain Telaga Mas, Dinoyo. Taman hiburan bertema dinosaurus kemudian semakin banyak dan beragam, seperti di Taman Mini (Taman Legenda Dinosaurus) dan juga di Malang Night Paradise (Taman Dinosaurus dan Taman Lampion).

Versi taman bermain bertema dinosaurus yang makin megah kemudian didirikan di Batu, tak jauh dari Jatim Park. Taman hiburan itu bernama Dino World

Aku belum pernah ke sana. Kakakku yang sudah ke sana bersama putera-puterinya bercerita jika Dino World itu sebagian mirip dengan yang digambarkan dalam buku Dinotopia. Kakakku pernah meminjak bukuku tersebut dan terkagum-kagum dengan konsep taman hiburan yang dinosaurusnya berukuran begitu besar dan memiliki tema seperti di Dinotopia. Ya, ada sebagian dinosaurus yang didandani lengkap dengan kostum dan perkakas seperti yang ada di cerita James Gurney tersebut. Bahkan ada yang mirip dengan cover bukunya. Keren.

Tiket masuknya lumayan mahal. Yakni Rp 100 ribu. Bagi penggemar dinosaurus dan buku Dinotopia menurutku tempat ini menarik untuk dikunjungi. Bukan sekedar untuk feed instagram sih, tapi juga untuk menambah wawasan seputar makhluk purba dan geologi jaman dulu.

Gambar dari imdb dan koleksi Sri Vijayanti

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 3, 2018.

2 Tanggapan to “Jurrasic World, Dinotopia, dan Dino Park”

  1. Ini nih..kesukaan anak perempuanku mbk..us us us..msh 2th

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: