Apa Wisata Impianmu?

Waktu masih kecil aku paling suka membayangkan berwisata ke sebuah danau dengan latar belakang bukit ataupun pegunungan. Di situ aku sekedar menggelar tikar, duduk sambil makan menikmati panorama, atau berlarian dan bermain air. Ketika bertambah usia aku tidak punya bayangan wisata ideal.

Berwisata bagiku untuk saat ini bukan hanya mengumpulkan portofolio dan foto-foto panorama yang indah. Aku tidak harus menunjukkan pernah ke sana dan ke sini. Aku juga tidak perlu mengikuti tren obyek wisata saat ini. Berwisata ya berwisata, wujudnya bukan hanya pergi ke suatu tempat yang indah.

Waktu kuliah aku sudah merasa senang dengan mengunjungi kebun binatang dan perpustakaan daerah. Di kebun binatang aku mendapatkan udara segar di tengah-tengah Surabaya yang panas. Biasanya aku sendirian ke sana, berlama-lama di tempat tupai dan selalu merasa nelangsa di tempat gajah.

Sebagian besar kunjunganku ke kebun binatang membuatku ingin menangis. Kadang-kadang aku merasa kandangnya kekecilan, terlalu padat, dan sebagainya. Aku pernah melihat kandang gajah yang tertutup. Di sana ada dua gajah yang nampak nelangsa. Nampaknya sudah tua. Tapi aku tak tahu alasan ia harus berada di sana.

Ya, wisataku tak selalu indah, tak selalu membuatku menjadi gembira. Ketika kemudian aku menjadi kuli tinta dan berteman dengan humasnya aku menjadi tahu bagaimana petugas kebun binatang berupaya melakukan hal sebaik-baiknya di tengah dana pengelolaan yang terbatas dan polemik kepemilikan kebun binatang masa itu. Rusa yang kebanyakan sudah berupaya untuk dipertukarkan. Kebun binatang masa itu juga mendapat kunjungan pengelola kebun binatang mancanegara untuk mendapat saran perbaikan ke depannya.

Aku tak tahu bagaimana kebun binatang itu sekarang. Aku masih ingat ketika humas tersebut dengan penuh semangat memboncengku ke tempat para hewan dirawat. Aku tahu ia dan petugas kebun binatang di situ menyayangi pekerjaan dan hewan-hewan mereka. Aku berharap hewan-hewan itu tak terlalu sedih tinggal di situ karena si habitat aslinya mereka juga terancam. Semakin banyak hutan yang beralih fungsi. Masih banyak hewan tersakiti di rumah mereka.

Mungkin untuk alasan itulah aku menjadi suka akan wisata alam, dengan hutan di pegunungan, hutan di air terjun atau taman nasional. Kadang-kadang ada imajinasi liar, aku bermain dengan gajah kecil dan ia memelukku. Aku kemudian diundang ke sebuah pesta hewan, aku berdansa dengan Nero kemudian ikut menari bersama merak, penguin, panda, dan beruang madu.

Ya mungkin wisata impianku salah satunya adalah ke hutan. Ke hutan-hutan di Sumatra, Kalimantan, Papua dan sebagainya. Kemudian, menjelajah savana di Afrika dan berpetualang ke Amazon.

Ceritaku ngalor ngidul dan tak berujung. Aku suka hutan juga suka purbakala, tapi tak berarti aku tak suka pegunungan, danau, dan pantai. Aku tetap menyukainya.

Untuk wisata purbakala aku berharap suatu ketika bisa berlibur ke Mesir dan Yunani, kemudian ke Spanyol juga ke Irak untuk melihat kuil kuno dan piramida. Aku juga ingin melihat kastil Dracula dan mengetahui piramida-piramida lain selain di Indonesia, Mesir, dan Peru.

Wah ada banyak tempat tujuan wisata yang ingin kukunjungi. Tak ada tempat wisata yang benar-benar kuimpikan karena semua liburan dan perjalanan itu bermakna.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 2, 2018.

2 Tanggapan to “Apa Wisata Impianmu?”

  1. Ziarah kemakamnya Jim Morisson wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: