Anak Kucing Terlantar

Aku mendengar suara itu. Suara anak kucing yang memelas. Ia sepertinya tak jauh dari rumahku. Ya, ia ada di luar pagar. Melihatku bersama Ponoc, Kecil, dan Snow White ia mendekat dengan ragu-ragu.

Anak kucing itu masih kecil. Ia kurus dan kotor. Usianya mungkin baru sebulan lebih.

Kenapa ia sendirian di luar. Siapakah induknya?

Aku menyiapkan makanan kucing untuknya. Ketiga kucing nampak ragu menyapanya. Ponoc hanya memandanginya. Raut mukanya nampak prihatin. Mungkin ia berkata dalam hati kalau nasibnya lebih baik karena masih punya saudara, induk dan kucing besar berupa manusia.

Aku menyodorkan makanan kucing ke arahnya. Ia takut-takut. Ia ragu.

Hingga aku berangkat kerja anak kucing itu masih duduk memelas. Induknya tak kunjung datang.

Petang hari anak kucing itu telah pergi entah kemana.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 19, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: