Temukan Jendela Einstein-mu Agar Makin Produktif

Seberapa baik Kamu mengelola waktumu? Aku sendiri merasa belum begitu pandai mengatur waktu. Kadang-kadang ada waktu aku demikian merasa produktif. Sebaliknya ada waktu tertentu aku merasa seperti ‘diculik alien’, hanya bengong dan bermalas-malasan. Ketika aku mengikuti kursus daring tentang manajemen waktu, aku menyukai istilah Einstein Window yang disampaikan. Jendela Einstein ini ada kaitannya dengan upaya meningkatkan produktivitas lho. 

Ada waktu 24 jam dalam sehari. Selama lima hari kerja ada 120 jam. Dari angka itu ada sepertiga alias 40 jam waktu untuk bekerja. 40 jam lainnya untuk tidur, dan masih ada 40 jam lainnya untuk makan dan beraktivitas lainnya.

Dalam konsep manajemen waktu, yang paling utama adalah memaksimalkan waktu bekerja. Dalam delapan jam waktu bekerja sebaiknya kita menuntaskan pekerjaan hari itu dan tidak perlu mengambil lembur. Caranya dengan memilah pekerjaan hari itu dengan memperhitungkan prioritasnya.

Seberapa sering kamu memeriksa email dan hape? Hal-hal semacam itu sering membuat kita, termasuk aku terdistraksi. Ketika membuka email biasanya kita juga memeriksa facebook, instagram, dan lainnya. Kalau sebagai selingan memang tidak apa-apa, tapi jika terlalu sering itu tidak sehat. Bisa-bisa kita lembur gara-gara hal semacam itu.

Dari ilmu manajemen waktu tersebut, hal-hal yang sifatnya kurang penting bisa dikerjakan nanti atau didelegasikan ke bawahan (jika punya). Saran lainnya yaitu menyerahkan ke ahlinya. Misalnya kita tidak ada waktu untuk mendesain sebuah sampul laporan untuk klien, mengapa tidak serahkan saja pekerjaan tersebut ke ahlinya, jasa desain. Dengan demikian kita bisa fokus ke tugas utama kita.

Nah dalam kursus yang disampaikan oleh Todd Dewett di LinkedId Learning berjudul “Managing Your Time” diperkenalkan istilah “Einstein Window”. Apa sih jendela Einstein?

Dalam sehari menurut Todd seseorang perlu memproteksi jendela Einsteinnya agar ia tetap bisa produktif. Jendela Einstein ini hanya terdiri dari 20 persen waktunya dalam sehari atau sekitar 2-4 jam/hari. Inilah waktu produktif manusia.

Selama waktu-waktu tersebut seseorang akan merasa pikirannya prima untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Ia akan mampu melakukan hal-hal yang disukainya tanpa sadar waktu telah lama berlalu. Inilah waktu produktif seseorang yang harus ia proteksi agar setiap harinya ia bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi hidupnya.

Kapan jendela Einstein itu hadir? Sebaiknya ia mengevaluasi diri kapan ia merasa sangat produktif. Ada yang merasa produktif pada pagi hari sekitar pukul 08.00-11.00. Ada pula yang memilih dini hari sekitar pukul 03.00 ke atas karena saat itu dunia sunyi. Ada juga yang suka siang hari dan ada juga makhluk nokturnal yang otaknya lebih aktif saat malam hari. Ya, waktu produktif ini tidak setiap orang sama dan bisa jadi waktunya perhari tidak selalu sama.

Nah ketika Kamu tahu jendela Einsteinmu akan tiba, maka segera lindungi. Sebaiknya pada saat itu tiba katakan ke kawanmu agar tidak menganggumu. Kalian juga bisa menutup halaman browser atau berbagai jendela lainnya agar kamu bisa fokus menyelesaikan tugasmu pada masa itu. Setelah tugas utamamu selesai dan kamu masa ada waktu untuk menerima pekerjaan baru maka sampaikan ke kawan-kawanmu akan ketersediaan waktumu.

Kursus tentang manajemen waktu ini hanya singkat. Kursus ini hanya terdiri dari beberapa video dan totalnya hanya sekitar sebelas menit. Tapi meski singkat menurutku ilmunya bermanfaat.

Ketika Kamu tahu jendela Einstein-mu, maka lindungi waktu tersebut dan gunakan untuk menyelesaikan tugas dan masalahmu.

Gambar dari pixabay, LinkedIn

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 3, 2019.

4 Tanggapan to “Temukan Jendela Einstein-mu Agar Makin Produktif”

  1. Keknya sya hanya bisa mengatakan setuju dg ulasan di atas, meski sy jg merasa ad jg yg sperti abstrak, tp btul sih kita hrs mampu manajemen waktu dg baik.

    Trims buat share2mu yg inspiratif. Kursus yg mantap ya itu.

  2. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: