Benarkah White Walker Sudah Tak Lagi Jadi Ancaman?

“Game of Thrones” musim ke-8 episode ke-3 ini benar-benar episode yang ditunggu. Setelah meneror sejak musim pertama, para manusia akhirnya berhadapan langsung dengan pasukan orang mati. Jumlah mereka puluhan ribu atau mungkin jauh lebih banyak. Mereka tak pernah lelah dan brutal. Berhasilkan mereka melumpuhkan zombie tersebut?

Mereka hanya beristirahat sejenak. Kemudian terdengar bunyi terompet tiga kali. Pasukan orang mati, wight dan white walker, bakal siap menyerbu. Jumlah mereka sangat banyak.

Jon Snow nampak kurang matang dalam mengatur strategi. Ia berharap dapat menjebak Night King namun dengan taruhan nyawa yang sangat besar. Para orang mati itu hanya tunduk oleh Night King. Jika tuannya dibunuh maka bisa jadi mereka hanya zombie yang diam.

Sam nampak gugup. Ia takut. Di barisan depan ada pasukan dothraki disusul unsullied dan pasukan dari sepupu Sansa. Kemudian di barisan belakang ada pasukan Stark yang terdiri dari petani dan prajurit di bawah pimpinan Brienne, Jaime, dan Podrick. Di barisan pertahanan ada pasukan pemanah dipimpin Lyanna Mormont. Di sana juga ada Davos dan Arya Stark.

Bran Stark dijaga oleh pasukan Karstark dan pasukan Greyjoy di bawah pimpinan Theon. Theon nampak pasrah. Ia tahu waktunya telah tiba. Untuk itu ia rela melakukan apa saja untuk menjaga Bran dengan nyawanya.

Pasukan Dothraki siap menyerbu para orang mati dipimpin Jorah Mormont. Pedang mereka menyala oleh mantera Melissandre. Nampak Ghost, direwolf milk Jon Snow, di antara mereka.

Pasukan orang mati terlalu banyak dan brutal. Kaum dotraki yang kuat ternyata tak mampu menandinginya. Unsullied bersiap, demikian juga dengan pasukan di belakangnya. Di antaranya ada Tormunt, Beric, dan Sandor Clegane.

Aku menontonnya dengan cemas. Rasanya begitu sedih ketika pasukan Dothraki hampir tak tersisa. Pasukan unsullied juga nampak keteteran. Mereka kuat tapi para zombie itu sangat banyak dan tak merasakan lelah.

Beberapa kali Sam dan Brienne hampir tewas. Jamie dan Edd menolong sahabatnya tapi sayangnya Edd tak tertolong.

Melihat banyak pasukannya yang tewas Daenerys menjadi gusar. Ia bersiap menunggang naganya dan memerintahkan membakar para orang mati itu. Jon mengikutinya. Tapi white walker cerdik. Mereka menciptakan badai es dan kabut sehingga kedua naga itu sulit melihat.

Akhirnya pasukan tak mampu membendung pasukan orang mati. Mereka mundur. Parit pun dinyalakan.

Lantas Night King hadir. Ia memerintahkan para orang mati itu membuat semacam piramida sehingga bisa menembus api.

Strategi ini mirip dengan yang kulihat dengan film zombie Brad Pitt berjudul “World War Z”. Dalam film tersebut benteng Israel yang tinggi akhirnya bisa tertembus oleh lautan zombie.

Ya zombie itu berhasil menembus dinding Winterfeld. Zombie raksasa berhasil membunuh Lyanna. Pemimpin kecil pemberani itu berhasil melumpuhkannya meski ia kemudian juga ikut tewas.

Zombie menyusup hingga ke dalam kastil Stark. Para jenazah keluarga Stark di Crypt dan mereka yang telah tewas kemudian dibangkitkan lagi oleh Night King.

Astaga ini pertarungan yang sangat melelahkan. Para kesatria sudah nampak kelelahan dan kewalahan. Sansa nampak ketakutan.

Arya sendiri sudah kelelahan. Beric yang menolongnya pun tewas. Ia tak bisa lagi bangkit dari kematiannya. Rupanya selama ini ia bisa bangkit dan tak mati karena melindungi Arya Stark. Arya lah yang menjadi kunci selama ini.

Ada beberapa adegan yang mengharukan dalam film ini. Adegan ketika Edd menolong Sam dan saat Jaime beberapa kali menolong Brienne itu membuat sedih. Sandor Clegane juga nampak peduli kepada Arya. Tyrion dan Sansa pun nampak kompak dan mereka bersiap melawan wight.

Paling mengharukan ketika Theon akhirnya mendapat kata maaf dari Bran. Bran berkata Theon adalah orang yang baik. Saat itu Theon tinggal sendiri. Seluruh temannya telah tewas. Ia dikepung oleh wight dan white walker. Di depannya ada Night King. Waktunya telah tiba.

Ia menyerang Night King dan rupanya Night King bukan lawannya. Ia tewas.

Night King hampir saja melumpuhkan Bran hingga bantuan itu tiba di detik-detik terakhir. Arya menaklukkannya lewat trik bertempurnya.

Ketika Night King tewas seluruh white walker dan wight pun ikutan kalah. White walker pecah seperti es yang patah, sedangkan wight kembali menjadi orang mati yang tak bergerak.

Efek ini seperti dalam Endgame-nya Avengers dan “The Lord of The Rings”. Seluruh musuh hancur.

Jorah akhirnya tewas setelah mengalami banyak tusukan. Ia tewas melindungi Daenerys.

Dari pihak aliansi Stark ada banyak yang tewas. Pasukan Dothraki sepertinya tak bersisa. Pasukan Unsulied tinggal sedikit, demikian juga pasukan lembah dan pasukan Stark. Edd, Beric, Jorah, Lyanna, dan Melissandre pun tewas.

Kini mereka tinggal bersiap menghadapi pertempuran terakhir. Pertempuran melawan Cersei dengan pasukannya yang beraliansi dengan Euron Greyjoy dan Golden Company.

Sebenarnya agak aneh juga kenapa pertempuran white walker tidak diletakkan di ujung kisah. Masih ada tiga episode di depan. Ini jadi menyisakan tanya, benarkah ancaman white walker benar-benar sudah hilang dan kini tinggal pertarungan untuk mendapatkan tahta?

Gambar: HBO

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 1, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: