“Healer”, Tembang Anyar Eivør yang Menghipnotis

Sejak mengenal “Trollabundin”, aku jadi suka mendengar lagu-lagu yang dibawakan Eivør. Suaranya unik dan magis. Seperti suara para peri liar yang menebarkan bubuk sihir ke para pengusik hutan agar tak bisa kembali, terus berputar berkeliling. Nah, baru-baru ini ia merilis single anyar berjudul “Healer”.
Penyanyi berdarah Faroese dari Denmark ini lagi-lagi menghipnotis pendengarnya dengan suara dan lagunya yang tak biasa. Aku tak paham liriknya, tapi aku suka dengan musiknya. Di tengah kepungan lagu mainstream, lagu ini terasa segar.
Video musiknya mengusung warna kromatis hitam putih. Latarnya seperti di hutan yang sepi. Suasana misterius mengelilingi.
Adegan berganti ke para pemusik dengan kain yang menutupi mata. Penutup itu seperti paruh gagak era pandemi masa silam.
Video musik dengan tone yang dark ini disutradarai oleh Katrin Joensen-Naes. Ia mencoba mengeksplorasi tema transformasi, identitas, dan dialog dengan diri sendiri.
Lagu ini tentang kerapuhan, keraguan kepada diri sendiri, dan menemukan kekuatan untuk kembali berdiri tegak. Benarkah waktu dapat menyembuhkan segalanya?
Tembang “Healer” sepanjang lima menit lima detik ini menarik didengar. Meski menurutku masih tergolong biasa saja apabila dibandingkan dengan lagu-lagu Eivør lainnya yang lebih bernyawa dan ekspresif.
Mendengarkan lagu membuatku berkelana memasuki hutan-hutan berkabut yang sunyi dan magis. Ada apa di sana, apa mungkin aku berjumpa jembalang dan para peri?
Penyanyi berusia 42 tahun ini telah 30 tahun berkarier di dunia musik. Ia telah merilis 10 album solo dan telah berkolaborasi dengan berbagai musisi. Ia juga terlibat dalam album soundtrack series “The Last Kingdom” bersama John Lunn dan soundtrack video game “God of War”.
Gambar milik Eivør
