Tekanan Cersei Bikin Dany Jadi Mad Queen?

Episode keempat “Game of Thrones” musim terakhir agak membuat kecewa. Ada banyak hal yang membuat sesak. Tapi memang itu sudah jadi ciri khas serial ini. Apa saja yang terjadi di episode kali ini?

Cerita pada paruh awal masih berfokus dengan Winterfeld. Ada banyak kesedihan yang tercurah apalagi jumlah korban jiwa akibat serangan wight dan white walker begitu berlimpah.

Oh ya ini full spoiler.

Hampir seluruh pasukan Dothraki tewas. Sebagian unsullied juga menjadi korban. Pasukan Stark dan aliansi lainnya juga tidak banyak yang selamat.

Jon Snow memimpin upacara pemakaman. Daenerys alias Dany nampak terisak melihat Jorah Mormont yang terbujur kaku. Sansa sedih melihat Theon yang pernah bernasib sama dengannya. Arya mengamati Beric dengan wajah nelangsa. Sam juga mengucap salam perpisahan ke Edd.

Mereka yang telah menjadi mayat kemudian dibakar. Salah satu alasannya juga menghindari suatu ketika mereka bangkit jika ada kasus seperti Night King. Itu juga merupakan tradisi di beberapa wilayah Westeros.

Usai upacara pemakaman, dilanjutkan dengan perayaan. Semua perhatian tertuju pada Arya dan Jon. Daenerys menjadi nampak terkucil. Ia telah kehilangan pelindungnya. Ia nampak iri kepada Jon yang mendapat banyak perhatian. Ia mencoba mencuri perhatian dengan memberikan Storm End kembali kepada Gendry yang merupakan keturunan Baratheon. Gendry resmi menyandang nama ayahnya.

Gendry kemudian mencoba melamar Arya yang segera ditampik oleh Arya. Jaime menggonda Brienne, membuat Tormund patah hati. Sedangkan Daenerys memohon kepada Jon agar tak membocorkan asal usulnya.

Ternyata Jon tak bisa. Ia memberitahukan kepada Sansa dan Arya. Lalu entah bagaimana Tyrion kemudian tahu rahasia itu. Apakah dari Sansa? Tyrion kemudian menyampaikan ke Varys sehingga total ada delapan orang yang mengetahuinya

Daenerys memaksa semua orang untuk bersiap ke King’s Landing untuk menyerang Cersei dan Euron. Tak disangka pasukan Euron menggagalkan rencana ini. Euron membabat sebagian pasukan dan kapal Dany. Naganya, Rhaegal juga tewas oleh senjata anti naga yang memiliki daya jangkau jauh.

Dany sangat marah apalagi Missandei, ajudan terpercayanya diculik. Kabar kekalahan itu diterima Sansa dan diketahui oleh Jaime. Ia bergegas kembali ke istana. Entah apa yang dipikirkannya.

Dant menjadi makin tertekan melihat pasukannya yang hanya sedikit. Tak sebanding dengan pasukan Cersei dan Euron. Pasukan darat yang dikomandai Jon Snow belum tiba dan jumlahnya juga tak sebanding.

Tyrion dan Varys meminta Dany untuk tetap tenang, tidak membakar istana karena di dalamnya ada banyak rakyat sipil yang sengaja dikumpulkan oleh Cersei sebagai pelindungnya. Tapi ketika melihat ajudannya kemudian dibunuh sepertinya Dany tak tinggal diam. Raut wajahnya nampak sangat marah dan dendam.

Wah apakah prediksi Varys bahwa Daenerys akan mengikuti jejak ayahnya menjadi mad queen akan terbukti?

Gambar: HBO

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 8, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: