Indonesia dan Pangan

Dulu waktu masih kanak-kanak, aku masih sering melihat sawah. Padahal aku tinggal di kota, tapi masih ada sawah pada masa itu. Pepohonan juga mudah dijumpai di jalan-jalan. Tapi sekarang keadaan berubah. Sawah di kota Malang rasanya sudah tak terlihat. Di tempat-tempat lain lahan sawah juga semakin terpinggirkan. Lantas bagaimana nantinya dengan urusan pangan.

Jumlah penduduk Indonesia sangatlah besar dan sebagian berfokus di pulau Jawa. Jumlah penduduk ini terus bertambah dengan semakin meningkatknya usia harapan hidup dan semakin meningkatnya persentase bayi yang selamat saat persalinan.

Selama ini di berita-berita disodorkan bahwa Indonesia akan memasuki era-era keemasan dengan besarnya persentase usia produktif, 14-65 tahun. Jika hal ini terjadi di negara maju maka memang angka yang besar ini adalah anugerah. Tapi melihat kondisi lahan, ketersediaan pangan dan sebagainya, aku malah was-was. Apakah cukup bahan pangan yang ada untuk memenuhi seluruh warga. Ataukah harus impor ini dan itu.

Rasanya program KB sudah tak berjalan di masyarakat. Banyak yang memiliki anak lebih dari dua dan masih banyak terjadi pernikahan di bawah usia menikah. Hal ini tentunya menjadi PR bagi pemerintah bagaimana mencukupi kebutuhan pangan warganya.

Pulau Jawa semakin sesak. Hutan dan sawah mulai berubah fungsi menjadi pemukiman. Hutan di luar Jawa juga banyak yang berubah menjadi pertambangan, industri, dan pemukiman. Entah bagaimana dengan sawah dan entah bagaimana dengan regenerasi petani.

Rasanya bakal mengerikan apabila hal ini tak dipikirkan baik-baik oleh pemerintah beserta jajarannya. Jangan sampai Indonesia kelaparan karena kelebihan penduduk tak dibarengi dengan ketersediaan pangan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 14, 2019.

2 Tanggapan to “Indonesia dan Pangan”

  1. bukan karena lahan pertanian yang semakin sempit tetapi sekarang yang terjadi jumlah petani lebih sedikit, mereka cenderung bekerja sebagai pegawai, buruh pabrik. lahan pertanian yang ada tidak ada yang mengolah… namanya juga era online ni sasi hehehhehe

    kunjungi web kita ya sekadar sharing
    jasasatpamjakarta.com

    • Kalau di kawasan Malang dan sekitarnya kebanyakan karena alih lahan jadi perumahan. Tapi aku sepakat memang faktor lainnya adalah regenerasi petani. Jarang generasi muda yang mau bekerja sebagai petani. Risiko gagal panen dan sebagainya membuat was-was bekerja sebagai petani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: