Hal-hal Menggelitik dalam Love for Sale 2

Teka-teki dari gadis misterius bernama Arini masih belum terjawab dalam film “Love for Sale”. Meskipun sebagian penonton lebih setuju cerita dibiarkan mengambang, tapi rupanya tidak dengan rumah produksi Visinema Pictures. Kisah Arini masih berpotensi. Tigaratus ribu penonton mungkin bisa diraih lewat film sekuelnya, “Love for Sale 2”.

Untuk ulasannya Kalian bisa menyimak kultwit yang kubuat di akun @dewi_puspa 00 atau di Kompasiana dengan akun @dewi_puspa (bisa klik di sini). Dalam artikel ini aku ingin membahas tentang kaitannya dengan film pertama dan hal-hal lainnya yang menarik untuk dibahas.

Karena mengandung spoiler maka yang belum menonton jangan membaca dulu artikel ini. ๐Ÿ™๐Ÿ™‚

Dalam film pertamanya, Richard (Gading Marten) gelisah mendapati Arini pergi. Ia tak ada dimana-mana. Ia tak bisa dihubungi dan aplikasi itu lenyap.

Richard mencoba menelusuri kantor jasa Love Inc. Tapi rupanya kantornya bukan seperti yang ia bayangkan. Keluarga yang diperkenalkan oleh Arini rupanya juga palsu. Ayahnya seorang aktor. Kawan-kawan perempuan Arini juga dikenali Richard pernah tampil di teve.

Richard kemudian memilih untuk traveling keliling Indonesia daripada pusing. Ia menyerahkan pengelolaan percetakan ke empat karyawannya yang bagi dirinya sudah seperti keluarga.

Dalam film kedua Richard sekilas muncul. Ia seperti menunggu kereta. Kalau melihat bentuk bangunannya seperti kereta di Jawa. Agak mirip dengan Stasiun Jatinegara Ia hampir saja berpapasan dengan Arini yang akan berubah nama menjadi Arini Chaniago.

Nah ada beberapa hal menarik di film kedua ini. Arini cepat sekali menyulap dirinya. Kali ini ia menjadi gadis Minang dan disebutkan pandai memasak masakan Padang dan paham bahasa urang Minang. Ia juga punya saudara yang diperkenalkannya ke Ican dan keluarganya.

Lokasi tempat tinggal Ican ada di sekitaran Jatinegara,tak jauh dari Stasiun Jatinegara. Sementara lokasi percetakan Richard sepertinya di kawasan Senen dan Tugu Pak Tani di mana antara Jatinegara dan Senen sebenarnya tak begitu jauh. Kemungkinan Arini berjumpa dengan karyawan Richard bisa terjadi.

Jangka waktu antara kejadian berpisahnya Arini dengan Richard dengan kemunculannya ia kembali tak disebutkan. Dalam akhir film diperkirakan tiga tahunan. Waktu itu aplikasi Love Inc sudah menghilang tapi kemudian muncul lagi ketika Ican memerlukannya. Apakah aplikasi tersebut hadir jika ada yang memerlukannya dan kemudian lenyap, lalu hadir lagi?

Tentang jejak digital. Arini beberapa kali diajak Richard bertemu dengan kawan dan karyawannya. Pada saat ini rasanya susah untuk tak meninggalkan jejak digital baik secara sukarela maupun karena ada pihak lain yang melakukannya. Kawan Richard sempat berfoto bersama dengan Richard dan Arini. Pada saat Arini bersama keluarga Ican juga bisa saja ada yang menyebarkan foto Arini apalagi namanya juga tetap Arini meski nama belakangnya berbeda. Apakah tak ada yang curiga dan mencoba mencarinya lewat media sosial? Atau mengumumkan orang hilang lewat medi sosial seperti yang jamak dilakukan saat ini.

Sosok Ibu rekaan Arini yang diperankan Dayu juga muncul dalam “Love for Sale 2”. Ia muncul di sebuah sinetron yang ditonton oleh ibu Ican.

Kemudian ada tentang durian. Richard dan Arini pernah mencicipi durian pinggir jalan. Arini lalu membawa oleh-oleh durian untuk keluarga Ican. Dan Richard masih di daerah yang dikenal banyak gajah dan durian. Wah apakah durian punya makna atau simbol tertentu ya?

Ketika Arini nampak gelisah melihat-lihat sebuah foto pria di hapenya sebenarnya itu foto siapa ya? Dan apa tujuan Arini kemudian kembali menuju tempat yang dulu tak asing baginya?

Kalau Kalian punya info lainnya, bisa dibagi atau berdiskusi di sini๐Ÿ™‚

Gambar:Visinema/IMDb

~ oleh dewipuspasari pada November 2, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: