Kenapa Perempuan Bisa Multitasking?

Konon multitasking itu tidak baik. Alasannya ia bisa mengurangi fokus dan pekerjaan tak bisa diselesaikan dengan baik karena energi tak sepenuhnya di satu pekerjaan. Tapi menariknya para perempuan, termasuk aku, bisa melaksanakan multitasking. Ada kalanya dua pekerjaan itu tetap berlangsung baik dan hasilnya juga oke.

Ada yang bilang perempuan dari Venus dan pria dari Mars. Maksudnya ada perbedaan cara berpikir dan berperilaku antara pria dan wanita. Yang tak disukai pria malah bisa jadi disukai wanita. Yang tak bisa dikerjakan wanita juga bisa-bisa jadi hal yang diandalkan para kaum adam.

Begitu juga dengan pandangan multitasking. Melaksanakan pekerjaan dalam satu waktu. Beberapa pria bisa marah karena hal yang dianggap perempuan sepele. Ketika membahas A lalu lompat ke pembahasan B, misalnya. Perempuan akan dengan santainya membelokkan pembicaraan baik dengan sengaja atau tidak sengaja dan itu bisa berjalan halus. Tapi pria sebagian di antaranya tidak dan malah kesal.

Begitu juga dengan multitasking. Sejak dulu kaum hawa diminta melakukan pekerjaan ini itu. Misal ketika sedang menyapu oleh Ibu diminta juga mengawasi bak mandi. Jika penuh maka kran harus segera ditutup. Eh kemudian ada bunyi telpon berdering. Kemudian ada bunyi air yang direbus mendidih dan dalan keadaan chaos itu ada seekor kucing yang hendak menyelinap masuk ke lemari makan yang pintunya terbuka sedikit. Satu lagi Kalian juga diminta Ibu menjaga bayi. Nah apa yang bisa dilakukan para perempuan?

Ya,semuanya bisa berjalan baik dan semuanya bakal tuntas.

Ia akan menjawab telpon. Lalu meminta ijin untuk mematikan kompor. Ia kemudian berlari menuju dapur. Dalam perjalanan ke dapur ia akan melongok bak mandi dan mengusir kucing. Kembalinya ke meja telpon ia telah menutup lemari makan dan menengok si bayi. Baru ia kembali ke telpon dan setelahnya menyapu dan sesekali menengok bayi dan bak mandi.

Semuanya beres. Ribet tapi tuntas.

Itu di rumah bagaimana jika di kantor? Situasinya sedang ada pekerjaan yang diburu tenggat waktu. Lalu ada telpon di mana orang-orang enggan mengangkat lalu juga ada tamu yang menunggu di balik pintu. Eh kemudian telpon hapemu berbunyi.

Yang terjadi perempuan (mungkin sambil bersungut-sungut) akan mengecek nomor telpon hapenya. Jika nomornya tak dikenal maka ia akan biarkan saja. Lalu ia menjawab telpon ruangan dan kemudian meminta ijin membukakan pintu buat si tamu dulu.

Di kantor ada banyak hal yang bisa membuatmu terdistraksi. Rekan kerja yang curhat. Rekan kerja yang meminta tolong membantu menghidangkan makanan rapat karena OB sakit. Pesan-pesan dari komunitas tentang sebuah acara penting minggu ini dan kemudian atasan yang meminta pekerjaan analisa selesai dalam waktu cepat.

Jadi apa yang membuat sebagian besar perempuan bisa multitasking? Mungkin karena kepepet, karena pekerjaan itu menuntut diselesaikan semua dalam waktu segera, dan juga faktor kebiasaan.

Kalau aku sendiri biasanya suka menonton film di teve atau di layanan streaming legal dengan menyetrika pakaian. Pasalnya pekerjaan menyetrika itu membosankan sehingga perlu bantuan musik atau film.

Bagaimana denganmu?

Gambar freepik.com

~ oleh dewipuspasari pada Desember 7, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: