Kapten Kolor yang Kocak

Bertahun-tahun silam aku punya kegemaran mengoleksi dan membaca buku-buku yang kocak. Ada kisah di Jennings yang ada saja kelakuannya yang membuat tertawa hingga suatu ketika aku menemukan buku “Captain Underpants” alias Kapten Kolor di sebuah pameran. Malam-malam ada sesorang di sebuah kamar di kosan yang tertawa terbahak-bahak.

Yang bikin Kapten Kolor itu menarik adalah konsep ceritanya. Ada dua anak sekolah dasar bernama Harold dan George yang gemar melawak dan membuat cerita. Keduanya gemar berbuat usil. Misalkan ada papan nama di luar, lalu mereka mengambili beberapa hurufnya sehingga memiliki makna yang lucu. Keduanya juga mengusili alat-alat percobaan sehingga menimbulkan 

Keduanya juga suka membuat komik dengan menjadikan kepala sekolah yang sering menghukum mereka sebagai salah satu tokohnya. Mereka menciptakan tokoh superhero dengan sosok kepala sekolah sebagai tokohnya. Komik ini laris dan membuat si kepala sekolah murka. 

Dalam komik tersebut si kepala sekolah yang culas dan licik berubah menjadi superhero dengan hanya mengenakan celana dalam dan jubah lewat jentikan. Ia terhipnotis. Ia melepas rambut pasangannya dan kemudian dengan sigap mencoba menghentikan musuhnya. Ia tak memiliki kekuatan super melainkan senjata yang lucu. Musuh-musuhnya aneh-aneh karena memang ceritanya absurd.

Rupanya ada kelanjutan kisahnya. Bukunya ada banyak. Dulu aku punya banyak serialnya tapi kemudian sebagian lenyap. Hanya tertinggal tiga buku. 

Ketika kemudian aku mendengar buku ini difilmkan aku antusias dan penasaran. Tapi kemudian aku sungguh kecewa. Adaptasi filmnya sungguh buruk. Ceritanya tak selucu dan semenarik di bukunya, meskipun jalan ceritanya tetap konyol dan absurd. 

Cerita awal mula lahirnya Kapten Kolor mengikuti jalan cerita di bukunya. Bagaimana ia suka menghukum anak-anak yang ‘lincah’. Bagaimana ia ingin membuat anak-anak super patuh di sekolah lalu kemudian terhipnotis menjadi Kapten Kolor yang riang dan baik hati. 

Sayangnya musuh di film pertama ini kurang wah. Ceritanya tentang anak dan seorang ilmuwan yang ingin menciptakan sesuatu agar anak-anak tidak bisa tertawa. Konflik dan solusinya juga biasa saja sehingga adaptasi Kapten Kolor ini terasa kurang berkesan.

Aku kecewa. Semoga nanti ada yang bisa mengolah ceritanya sehingga bisa sekocak bukunya. 

Gambar: dokpri dan vox

~ oleh dewipuspasari pada April 7, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: