“Yowis Ben 2” yang Datar

Yowis ben2
Meski asli Arema, tapi aku tidak tahu nama Bayu Skak. Mungkin karena tidak update dengan nama-nama seleb YouTuber atau mungkin karena sudah lama berpindah dari kota kelahiran. Ketika ada saluran televisi yang memutar film “Yowis Ben 2” yang dibintangi Bayu Skak, aku pun menontonnya.

Alasannya sederhana, aku hanya ingin tahu di mana saja lokasi di Malang yang muncul dalam film ini. Juga ingin dengar dialog-dialog dalam film yang khas Malang.

Film ini melanjutkan kisah Bayu (Bayu Skak) dan bandnya, Yowis Ben, yang sudah dituturkan dalam film perdananya. Alkisah band mereka semakin populer dan semakin banyak undangan untuk tampil.

Mereka sudah lulus sekolah. Bayu, Doni (Joshua Suherman), Nando (Brandon Salim), dan Yayan (Tutus Thomson) berniat membesarkan nama band mereka. Tapi kemudian ada rentetan masalah. Susan (Cut Meyriska) memutuskan Bayu karena hendak melanjutkan pendidikan ke Jerman. Sedangkan Nando sedih karena ayahnya nikah lagi. Yayan juga memutuskan nikah dengan Mia secara ta’aruf.

Yang membuat Bayu makin pusing tarif kontrakan naik. Lalu pertunjukan mereka kerap bermasalah. Kadang-kadang dilempari penonton dan sebagainya. Sementara manajer mereka, Cak Jon (Arief Didu) juga santai dan kerjanya nampak asal-asalan.

Suatu ketika mereka berjumpa secara kebetulan dengan Marion (Laura Theux) dan Cak Jim (Timo Scheunemann). Cak Jim yang wajahnya nampak bule mengaku seorang manajer yang banyak melambungkan nama artis-artis beken. Ia dengan penuh semangat menjanjikan kesuksesan bagi Yowis Ben. Di Bandung ia akan menyediakan apartemen bagi mereka dan mereka bakal tampil di televisi. Bayu dan Doni pun tergoda.

Awalnya Yayan dan Nando enggan ikut. Nando masih nampak susah dan Yayan bingung karena posisinya sekarang sudah sebagai kepala rumah tangga. Apalagi istrinya sudah hamil. Tapi kemudian mereka memutuskan pergi bersama. Kepergian mereka diiringi perpisahan oleh warga kampung. Bayu pun berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak pulang sebelum sukses.

Sayangnya di Bandung tak ada yang menjemput mereka. Apartemen yang dijanjikan rupanya kontrakan yang kurang memadai. Mereka juga hanya muncul sebagai band pengiring seorang penyanyi. Itupun mengenakan kostum yang konyol. Mereka kecewa.

Yowis ben 2
Hanya Bayu yang masih semangat tinggal di Bandung karena naksir dengan seorang gadis bernama Asih (Anya Geraldine). Persahabatan mereka pun terancam. Yowis Ben bisa-bisa bubar.

Cerita yang Datar dan Tipikal
Aku berharap lebih ke film ini. Kupikir filmnya akan menarik, setidaknya cukup lucu dan banyak dialog khas Malang.

Tapi dialog yang benar-benar khas Malang menurutku tidak banyak. Dialog bahasa Jawa, Suroboyoan dan Malang itu beda. Orang Malang suka menggunakan kata ‘aku’ dan akhiran ‘a’. Sebagai pengganti kata ‘kamu’ adalah ‘awakmu’. Kalimat “Kamu mau pergi sama aku” bisa jadi seperti ini: “Awakmu gelem metua karo aku?

Kata-kata khas Malang lainnya yaitu ‘njahe’ untuk kata ‘marah’ dan boso walikan. Sebenarnya masih banyak lagi kata-kata khas Malang yang tak ditemukan di bahasa Suroboyoan dan bahasa Jawa. Cara ngomongnya juga beda.

Nah di sini yang kulihat seperti itu baru Bayu dan Timo yang menjadi Cak Jim. Pemeran lainnya logat dan gayanya masih belum kayak orang Malang, bahkan ada beberapa yang terlihat ‘maksa’ sehingga kurang natural.

Untuk lokasi syuting, rupanya aku hanya ngeh kampung warna-warni Jodipan di film ini. Dulu daerah ini biasa saja karena ada saudara yang tinggal di sini. Baru setelah dicat warna-warni dan dihias dengan mural maka kampung ini langsung namanya terangkat. Entah apakah para warga di sana merasa lebih sejahtera atau malah tak nyaman dengan kondisi ini? Ups jadi melebar.

Dari segi cerita, filmnya datar. Beberapa kali aku menguap. Beberapa bagian membosankan, terutama setelah mereka di Bandung dan Bayu main pacaran lagi. Sepertiga cerita menuju penutup terasa kedodoran. Alurnya makin tak beraturan dan ditutup sekenanya. Satu lagi peran dan pembahasan tentang band dan lagu-lagu mereka di sini kurang.

Komedinya terasa komikal. Seperti ketika muncul preman Bandung dan ketika Bayu berhadapan dengan ayah Asih.

Bayu skak dan anya geraldine
Yang menarik di sini malah bagian-bagian ketika mereka masih di Malang. Guyonan ala Cak Jon meskipun klise tapi tetap bisa membuat tertawa. Gaya bercanda Cak Jon di acara pernikahan memang bikin kesal dan berlebihan, tapi setidaknya masih lumayan. Adegan-adegan ketika Cak Jim muncul itu juga bagus. Alasannya logat Cak Jim itulah yang kucari, khas Malang. Lainnya bikin mengantuk.

Detail Film:
Judul Film: Yo Wis Ben 2
Sutradara: Fajar Nugros dan Bayu Skak
Pemeran: Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, dan Tutus Thomson
Genre: Komedi
Skor: 6/10
Gambar: id bookmyshow dan tribun

~ oleh dewipuspasari pada Juni 21, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: