Kucing dan Dunianya

Kucing kidut

Apa ya yang dipikirkan kucing ketika ia hidup di antara manusia? Apakah ia menganggap para manusia itu raksasa?
Hari ini kakak dan keluarganya datang. Keponakanku nampak gembira melihat ada enam kucing di rumah.

Lalu kucing-kucing itu berhamburan ke luar. Mereka ketakutan.

Si Mungil dan Kidut pun memilih menyingkir, bersembunyi di halaman. Si Cipung sudah sembunyi dan kabur. Si Nero melihat saja. Ia sudah beberapa kali bertemu dan tak memedulikannya. Keponakan juga cuek dengan Nero karena ia sudah tua dan sudah tak lucu lagi.

Coki mengintip di tangga loteng. Yang tetap santai makan dan tidur di antara mereka hanya satu si Opal. Anak kucing dua bulanan ini santai saja. Ia tak merasa terganggu dielus-elus mereka.

Apa mereka menganggap manusia kucing raksasa? Kawan atau sosok yang mengerikan? Entahlah

Kucingku takut dengan dunia luar. Dunianya hanya sebatas rumah dan halaman. Nero lebih jauh. Ia telah menyusuri tiga gang dan jalan utama kompleks sekitar 20 meteran. Tapi di luar itu juga sesuatu yang asing bagi mereka. Nero dan Mungil takut di tempat baru. Mereka menciut bertemu manusia baru.

Dunia Kidut sebatas makan, main dan tidur. Ia takut disuntik. Ia was-was mandi. Dunia dan kehidupannya begitu kecil dan sederhana.

~ oleh dewipuspasari pada Juli 11, 2020.

8 Tanggapan to “Kucing dan Dunianya”

  1. Ini kucing kampung bukan mbak? Kata temanku yg dr.hewan daya tahan kucing kampung lebih kuat drpada yang dari luar cem scottish dll. Ini cantik nih bulunya. Matanya belo gitu. Ginuk-ginuk haha

    • Kucing kampung. Iya kalau dibandingkan dengan kucing ras, kucing kampung lebih tahan. Tapi kucing sekarang agak lebih lemah daripada kucing lama, mungkin karena makanannya, dulu cuma makan nasi dan ikan, sekarang makan kemasan hehehe.

      • Oh ngaruh juga ya berarti dari makanan sama kayak manusia gini. Tapi bukannya kalau makanan kemasan itu ada vitaminnya ya mbak? Mana aku berencana punya kucing pula haha

        • Dibilangnya sih iya sih, ada vitaminnya. Tapi kayaknya mending bikin sendiri ya daripada kemasan yang basah. kalau yang kering memang katanya bagus, tapi ini cuma Nero dan Coki yang doyan, lainnya manja.

  2. Titip salam buat kucing2nya mba 🙂

  3. Jadi rindu kucingku yang duluu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: