Film Pendek “Rangkul” Tentang Saling Bantu Pada Masa Pandemi

Rangkul
Semakin banyak platform untuk menyaksikan film. Ini sungguh menarik. Ada begitu banyak pilihan menonton meski kadang-kadang makin bikin pusing. Nah, semalam, tepatnya dini hari aku menyaksikan film pendek berjudul “Rangkul” yang launching saat jam Cinderella kabur.

Film pendek ini berlatar masa pandemi. Dikisahkan ibu dan anak yang tinggal di rumah sederhana. Lingkungan rumah mereka padat penduduk sehingga sesama tetangga juga masih saling kenal.

Adalah Jaka si anak yang merasa kasihan melihat kondisi tetangganya yang jauh lebih susah dari dirinya. Ada yang bapaknya baru saja di-PHK. Ada juga yang untuk biaya makan saja harus sangat ngirit. Jaka merasa kasihan.

Ia memberikan beberapa roti yang belum dikembalikan ibunya dari proses antar roti untuk mereka. Ia juga mengambil sebagian besar uang celengan ibunya untuk diserahkan tetangganya.

Langganan si ibu berkurang. Sepi. Situasi pandemi membuat jualan rotinya tak banyak yang laku.

Ketika ibunya pulang dan mengetahui perbuatan Jaka ia merasa kesal bukan main. Untuk mengobati rasa kecewa ibunya, Jaka kemudian keesokan harinya menggantikan sang ibu berdagang roti berkeliling.

Rupanya si ibu dipecat dan ia masih ditagih utang yang sangat besar.

Film pendek ini berdurasi 27 menitan. Ia bisa ditonton gratis di platform Paus. Ia bisa disaksikan via web juga tayangannya lumayan jernih dan stabil.

Film ini dibesut oleh Kenneth Lisungan serta diproduksi oleh Kalap Sinema berkolaborasi dengan Qwerty Visual. Pemeran utamanya adalah Hartfigo Saskara dan Sari Chikata.

Menurutku ide cerita “Rangkul” ini lumayan bagus, bagaimana pandemi membuat kita juga terketuk untuk peduli ke sekeliling. Namun sebaiknya juga jangan lupa dengan kondisi diri.

Rangkul
Dari segi naskah masih perlu dibenahi, demikian juga dengan dialognya. Ada beberapa hal yang menjadi sorotanku. Karena ceritanya tentang pandemi jadi dipertanyakan mengapa Jaka malah melepas masker saat berjualan berkeliling dan tak mengenakan masker saat bermain ke tetangga. Tentang utang juga agak aneh besaran dan alasannya.

Sisi positifnya hubungan ibu dan anak banyak disoroti. Jaka nampak hormat dan sayang ke ibunya meski ia merasa bersalah. Hubungan ini sering tampil lewat adegan di meja makan. 

Secara keseluruhan, film ini masih bisa dinikmati dengan pesan utamanya untuk saling peduli pada masa pandemi ini. Film pendek ini berhasil meraih juara film pendek Mithiwood Film Festival yang diadakan di Mumbay, India.

Gambar dari IG Film Rangkul

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 21, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: