Sate Domba Afrika Disantap dengan Pisang

Sate domba afrika
Kejutan. Aku dapat oleh-oleh sate domba. Bukan sate domba yang pernah kusantap di kawasan Cempaka Putih. Melainkan sate domba khas Afrika. Tepatnya Sate Domba Afrika H. Ismail Coulibaly yang berlokasi di Tanah Abang.

Penampilan sate domba ini sederhana. Hanya potongan daging domba yang dikemas dalam kertas cokelat dengan irisan bawang bombay. Kemasan lainnya berisikan pisang yang dibakar sejenak.

Oke kuhangatkan dulu keduanya di atas wajan dengan sedikit margarin.

Waktunya makan.

Aku mengambil dulu pisang bakarnya. Pisangnya agak mengkal dan tak begitu matang, sehingga tidak lunak. Ia juga tidak begitu manis, tapi enak-enak saja disantap. Ada saus mustardnya, tapi aku lebih suka dimakan biasa.

Pisang bakar
Daging domba kukunyah. Dagingnya empuk dan aromanya manis gurih khas daging domba. Meskipun bumbunya hanya nampak bawang bombay dan sedikit garam, tapi sebenarnya ia telah melalui proses yang panjang.

Kalau berdasarkan yang kulihat di teve, memasak ala Afrika itu unik. Daging domba dibiarkan dulu dengan bumbu hingga meresap sebelum dipanggang. Setelah dipanggang, ia juga ditambahkan beberapa bumbu, dimasukan ke dalam panci lalu dikocok-kocok. Karena beberapa kali proses pemasakan maka daging dombanya empuk dan manis gurihnya menyebar.

Sate domba afrika
Oh iya sate domba ini tak ditusuk seperti sate pada umumnya.

Aku menyantapnya bergantian. Pisang dulu baru daging domba. Cara santap seperti ini bikin tidak eneq. Atau juga bisa sih daging domba dulu sekian potong baru pisang bakar.

Meski tanpa nasi, menyantap pisang dan beberapa potong sate domba bikin kenyang.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 28, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: