Animasi dari Korea dan Negara Asia Timur Lainnya


Setelah saya kupas animasi dari Jepang dan China (di sini), maka rasanya belum lengkap jika tak membahas animasi dari negara Asia Timur lainnya seperti Korea Utara, Korea Selatan Hongkong, Macao, dan Taiwan.
Apakah ada animasi buatan mereka yang populer? Yuk kita simak.

Industri animasi memang berkembang pesat dalam satu dasawarsa terakhir. Hal ini juga dialami di Korea Selatan. Meski pertumbuhannya tak semasif live action dan drakor, namun industri animasi negara ini juga menarik disimak.

Jika animasi Jepang disebut anime, maka Korea menyebutnya sebagai aeni. Industri animasi Korea mulai tumbuh pesat sejak dua dasawarsa terakhir, meskipun sebenarnya sudah ada serial animasi sejak akhir tahun 80an dengan “Dooly The Little Dinosaur” pada 1987.

Film layar lebar animasi juga ada sejak tahun 60an dengan “A Story of Hong Gil Dong” yang dirilis tahun 1967. Gambarnya sudah berwarna, dengan desain kostum dan karakter yang memiliki ciri khas Korea.

Dunia memandang animasi Korsel lewat dua serial yang populer “Pororo the Little Penguin” pada tahub 2003 dan  “Origami Warriors” pada tahun 2011. Hayo yang pertama pasti kalian kenal nih, atau adik-adik kalian. Cerita penguin kecil ini memang menarik.

Petualangan penguin kecil ini berakhir pada episode ke-312 di musim kedelapan. Wow banyak banget ya. Karena begitu populet maka Pororo juga dibuatkan theme park-nya.

Oh iya serial animasi “Larva”, “Tayo The Little Bus”, dan “Baby Shark’s Big Show” juga rupanya buatan negeri ginseng tersebut.

My beautiful girl
Sukses dengan serial animasi, Korsel kemudian membidik pangsa webseries, OVA, dan layar lebar. Film animasinya yang banyak dapat apresiasi adalah “My Beautiful Girl, Mary” (2002), “The Nut Job”(2014), dan “Seoul Station” (2016) yang merupakan prekuel dari film live action “Train to Busan”

Komik terkenal “True Beauty” juga akan dibuatkan webseries animasinya.

Bagaimana dengan Korea Utara?

Korea Utara juga memiliki karya animasi. Bahkan karya tersebut sudah muncul tahun 1948. Jangan terkejut hingga tahun 1980, mereka telah menghasilkan 200-an karya animasi. Dan sekarang sudah ada 1500an animator dan bekerja sama dengan rumah produksi berbagai negara.

Aku terkejut lho hehehe. Rupanya mereka tak setertutup yang kubayangkan. Memang sebagian animasi mengandung propaganda, tapi lainnya memiliki tema yang umum.

Karya mereka yang populer salah satunya adalah serial “Boy General”. Animasi sejarah ini dirilis sejak tahun 1982 berdasarkan kisah Goguryeo. Lalu ada animasi berjudul “Squirrel and Hedgehog” yang dirilis sejak tahun 1977. Seperti judulnya animasi ini mengisahkan persahabatan kedua jenis hewan tersebut.

Empress chung
Mereka juga bekerja sama dengan negara lainnya seperti Italia untuk membuat animasi serial animasi “The Great Book of Nature” (1999-2000) yang tayang di berbagai negara. Lalu dengan Korea Selatan, mereka membuat “Empress Chung” (2005) dengan kualitas grafis dan cerita yang apik. Ceritanya tentang legenda seorang putri yang berkorban untuk ayahnya.

Bagaimana dengan Hongkong?

Tak kalah dengan negara tetangganya, Hongkong juga memiliki karya animasi yang juara. Industri mereka tumbuh sejak tahun 1982. Sejak itu mereka memproduksi animasi sendirian atau bekerja sama dengan negara lainnya seperti China.

A chinese ghost story
Yang paling populer adalah “A Chinese Ghost Story: The Tsui Hark Animation” yang dirilis tahun 1997 berlandaskan cerita Tsui Hark dan dibesut oleh Andrew Chen. Ceritanya tentang Ning yang memasuki kota hantu lalu ia berjumpa dengan Shine yang cantik di sana.

Lalu pada tahun 2009 Hongkong merilis “Astro Boy” dengan bekerja sama dengan cerita dari manga dan anime Jepang karya Osamu Tezuka dan pengisi suara dari aktor aktris Hollywood. Namun sayangnya film ini kurang sukses dan mendulang banyak kritikan.

Taiwan juga memiliki karya animasi, bahkan sejak tahun 1954. Bentuknya masih animasi hitam putih, judulnya “Wusong Fight The Tiger”. Animasi berwarna kemudian hadir pada tahun 1960 lewat “The Race Between Turtle and Rabbit”.

Umumnya mereka mengetengahkan cerita berdasarkan mitologi dan legenda China. Namum kemudian temanya terus berkembang.

Animasi berjudul “Mida merupakan animasi dengan grafis mumpuni tentang seorang remaja perempuan yang bertemu dengan gadis misterius bernama Mida. Animasi yang dirilis tahun 2013 ini dibesut Kent Chang dan berdurasi 89 menit.

 

Terakhir, animasi dari Macau sulit dicari referensinya. Saya baru menemukan dua animasi dari Macao yaitu “The Lighthouse” dan “Starry Sky”.

The lighthouse
“The Lighthouse”bercerita tentang anak laki-laki yang menaiki sebuah menara mercusuar yang telah terbengkalai untuk mencoba menyalakan kembali lampunya. Animasi pendek ini memiliki grafis yang halus dan apik.

Sedangkan “Starry Sky” dirilis tahun 2018 juga memiliki kualitas grafis dan pewarnaan yang indah. Setting-nya adalah tempat-tempat yang ada di Macao.

Itulah animasi dari negara Asia Timur. Yuk jangan kalah dengan mereka. Indonesia juga bisa punya karya animasi sebagus mereka.

Gambar dari AWS, helloseesaw, icm gov, dan wikipedia

~ oleh dewipuspasari pada November 9, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: