Imminence, Perpaduan Musik Klasik dan Rock

Imminence
Si Pus dengan kegemarannya dengar musik rock telah kembali. Setelah kemarin-kemarin ‘nyamar’ jadi sosok traveler, maka kini kembali dengan selera asalnya, rock mania hehehe.

Oke setelah kemarin dengar musik rock tipis-tipis dari “Iowa”-nya Slipknot, lagu-lagu BMTH, dan Blink-182. Kini waktunya bereksplorasi. Dan aku menemukan band baru dengan lagu-lagunya yang bagus. Mereka adalah band dengan nama Imminesce.

Mohon maaf akhir-akhir ini nulis pendek-pendek di blog ini karena habis membuat majalah bulanan KO-Magz, ada undangan ke luar kota disusul utang nulis yang banyak di blog sebelah. Tenang, blog ini tetap rumah utamaku, tempatku menaruh wajah asliku.

Waktunya berolahraga sambil mendengarkan musik. Aku langsung jatuh cinta ketika mendengarkan tembang Immimesce berjudul dua lagunya yang jadi satu video klip, judulnya “Chasing Shadows” dan “Alleviate”.

Kalian yang menyukai musik nu metal plus emo ala Linkin’ Park dan BMTH pasti kalian akan langsung menyukai band satu ini. Apalagi mereka memiliki keunikan tersendiri, suara vokalis yang merdu dan melodius, namun juga bisa scream yang apik.

Musiknya juga memiliki unsur biola dan piano sehingga terkesan klasik dan megah. Ini musik rock yang bercampur klasik.

Tembang “Chasing Shadows” memiliki nuansa sedih dan angkara. Adanya bagian yang diisi dengan alunan biola menguatkan sisi sentimentil tersebut. Disusul dengan scream.

Ini eddie berg
Take my hand
And guide me through
The valley of shadow of death
Hold on to heaven, hold on to heaven

I fear the end has just begun
As darkness festers in my heart
I know I can’t go on
Chasing shadows in the dark

Menilik dari liriknya, tembang ini memiliki rasa keputusasaan dan kecemasan tergelincir ke arah yang salah. Namun ia masih ingin meminta bantuan siapapun. Lagu ini dibuat oleh Eddie Berg, Harald Barrett, dan Peter Hanström.

Lagu berikutnya “Elevation” relatif lebih ngepop, meski dihiasi dengan scream. Adanya ketukan piano membuat lagu ini terasa manis. Vokal dan penjiawaan penyanyinya memberi nyawa dalam lagu ini.

I feel my heart break apart
Bursting into pieces under all the secrets
When shadows fall and darkness calls
Save me from myself and alleviate the pain

Tema lagu “Alleviate” ini mirip dengan tembang sebelumnya. Tentang rasa putus asa dan kekuatiran.

Tembang berikutnya, “Ghost” memiliki nuansa ala-ala dream pop di awal. Tapi jangan salah nuansa hardcore-nya kemudian begitu kental.  Penuh scream, grunt, dan growl, meski nuansa soul dalam lagunya tetap terasa. Aku langsung melek.

Can you tell my ghost
That he doesn’t belong here anymore
Find another host
‘Cause this is my soul, my soul

 

Tembangnya berjudul “Temptation” juga kental dengan unsur hardcore. Namun adanya biola membuatnya terasa megah dan melodius. Unik.

Rupanya band Immence adalah band posthardcore dan alternatif metalcore dari Swedia. Band ini didirikan tahun 2009. Anggotanya adalah Eddie Berg, Harald Barret, Alex Arnoldsson, Christian Höijer, dan Peter Hanström.

Si vokalis, Eddie Berg, rupanya juga bertindak sebagai violis. Wow aku langsung ngefans. Oh iya band ini sudah menelurkan empat album. Album anyarnya yang dirilis tahun 2021 adalah “Heaven in Hiding”.

Coba dengarkan tembang “Heaven in Hiding” dengan intro alunan biola. Kalian akan jatuh cinta. Apalagi suara vokalis begitu merdu. Tapi jangan kaget ketika kemudian ia melakukan scream hahaha. Part biolanya ekselen.


Gambar dari hysteria magazine dan pinterest

~ oleh dewipuspasari pada Desember 8, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: