Ada Apa di Sana?


Waktu masih SD aku suka sekali mengajak kawan-kawanku mengeksplorasi jalan-jalan yang ada di sekitar kami. Ke mana jalan itu berujung? Ketika kami menemukan ‘harta karun’ rasanya senang sekali.

Waktu itu aku sepertinya punya sesuatu sehingga teman-teman mau saja mengikutiku. Mungkin mereka sama-sama memiliki rasa penasaran sepertiku atau mereka ingin tahu apa sih yang ada di pikiranku. Sejak dulu sepertinya otakku bak benang kusut. Benang itu tiba-tiba bisa saja lurus sendiri tapi mencuat ke arah yang berbeda. Ada yang bilang aku seperti film dengan plot twist atau penuh kejutan. Ya ikuti saja, kamu bisa menemukan ‘harta karun’ atau tersesat bersama.

Untungnya petualangan kami banyak berbuah hal-hal yang menarik. Di satu tempat kami menemukan jalan menuju jembatan dengan pemandangan sungai yang luar biasa. Jalan dengan gang-gang kecil berliku, menakjubkan. Apabila diketahui ibuku maka mungkin aku akan dimarahi habis-habisan. Apalagi jika tahu aku membawa teman-teman.

Aku selalu terpesona dengan jembatan dan sungai. Di Malang ada Sungai Brantas yang besar. Di sekitarnya ada pemukiman padat dan jembatan yang menarik. Ada jembatan goyang dan juga ada jembatan yang mengerikan, tinggi dan sempit. Melihatnya saja membuat nyaliku ciut. Tidak, tentu saja aku tak akan mengajak kawan-kawanku ke situ.

Di area pemukiman tepi sungai itu ada rumah seorang guru praktik. Jadinya kami punya alasan untuk singgah ke tempat itu. Di situ juga ada beberapa toko-toko kecil yang punya kejutan. Mereka punya banyak jajanan enak dengan harga murah.

Kami suka mengeksplorasi tempat apabila kami pulang cepat. Saat SD sering guru rapat lalu kami pulang cepat. Ini menyenangkan, kami bisa bertualang.

Ada kalanya kami lakukan jalan-jalan ekstra ini usai belajar kelompok. Kami pilih salah satu gang, kami perkirakan tujuannya. Jika kemudian gangnya buntu atau tak jelas ke mana ujungnya, maka kami pun kembali. Tak apa-apa kami jadi tahu tempat seperti apa itu. Masih banyak tempat lainnya yang bisa kami eksplorasi.

Aku senang kawan-kawan percaya padaku. Sebagai balasan atas kebaikan kawan-kawanku, aku selalu melakukan sepenuh hati tugas-tugas kelompok. Jika nilai tugas kelompok kami baik maka akan ada waktu bagi kami bersenang-senang.

Jembatan itu selalu menarik perhatianku


Ketika aku dewasa, kebiasaan itu tak surut. Ada kalanya aku sengaja keluyuran sendirian, mencoba-coba naik angkot yang belum pernah kucoba. Aku penasaran ke mana angkot itu rutenya. Namun tentunya aku punya exit strategy, agar aku aman dan bisa pulang ke rumah.

Sampai sekarang jika melihat daerah dengan penuh gang-gang, gairah dan rasa penasaran terbit. Wah ke mana jalan-jalan itu mengarah? Ada apa di jalan tersebut?

Jika teman-teman mungkin lebih suka berlibur ke daerah wisata, maka aku selalu ingin berlibur ke kota-kota yang tak pernah kueksplorasi. Aku berlibur ke Purwakarta, Subang, Purwokerto, Salatiga, Cianjur, dan Tasikmalaya karena ingin tahu ada apa di sana. Aku menyebutnya tour de Java. Rutenya berbeda-beda. Suatu ketika pernah eksplorasi Madura hingga Sumenep. Menjelajah daerah Tapal Kuda hingga ke Banyuwangi. Di lain waktu kami menjelajah Purwokerto dan Cilacap, atau mencobai rute Pacitan hingga Wonogiri. Atau mencoba berbagai rute menuju Yogya, dari utara, selatan, tengah, dan full tol.

Ada apa di sana?



Suatu waktu aku pernah keluyuran sendirian naik bus dari Surabaya ke Yogyakarta. Di cerita lain aku naik berbagai mode transportasi menuju Bali dan Sumbawa sendirian. Memang sepanjang jalan ada rasa was-was karena aku perempuan. Tapi percayalah perjalanan sendirian itu memacu adrenalin dan melatih banyak kemampuanmu.

Tak penting ada obyek wisata menarik atau tidak di kota itu. Perjalanannya dan kondisi akan kota tersebut yang berkesan.

Ehm dalam waktu dekat enaknya keluyuran ke mana ya?

~ oleh dewipuspasari pada Juli 4, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: