Mati Lampu Tiga Hari Berturut-turut

Sepertinya aku belum lama terlelap. Aku terbangun karena hawa tiba-tiba gerah. Tak hanya itu, sekelilingku gelap total. Waduh, aku mulai deg degan. Untung ada kucing Sam yang menemani dan hape masih memperdengarkan murotal. Setidaknya aku masih berkawan.
Dua hari berturut-turut mati lampu terjadi pada dini hari. Sekitar pukul 12 malam menuju satu pagi.
Mungkin karena aku masih mengantuk, jadinya aku tak begitu peduli dengan hawa yang mendadak panas dan nyamuk mulai menggigiti. Bahkan,aku tak mencoba mencari senter, hanya pakai senter ponsel dengan cahaya yang secukupnya, yang penting ada kawan kucing.
Baru tadi malam aku merasa kesal sekali. Pukul delapan malam lampu sudah mati.
Saat itu penjual tabung gas datang dan hendak membantu memasang tabung gas, sambil membawa pesananku yang lain. Wah jadinya hanya bermodal senter, memasang hingga kompor menyala lagi.
Aku gelisah baterai hape sekarat. Sedangkan lampu darurat lupa kuisi daya sehingga begitu redup terangnya. Pukul sembilan malam menyala, eh tak lama mati lagi membuatku bete hingga memesan makanan. Tadinya aku ingin memasak telur dadar.
Hingga pukul sebelas malam, lampu mati menyala mati lagi. Uhhh aku ingin mengamuk karena jalur jaringan listrik di tempat kami bervariasi. Alhasil rumahku gelap, tetangga di seberangku terang, yang bikin sebal, tempatku yang lebih sering mati.
Aku kuatir mati lampu ini bakal makin sering. Apakah ada kaitannya dengan mati lampu di Sumatra kala itu, atau hanya karena gangguan teknis skala kecil?
Aku mulai waspada. Sebaiknya aku mulai mengisi tenaga lampu darurat dan memastikan lilin tersedia.
Apakah tempat kalian juga mulai ada pemadaman?
