Perahu Nangkring di Atas Atap Rumah

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tsunami tiga tahun lalu di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menyisakan pemandangan ajaib yang sulit dipercaya nalar. Yang pertama, sebuah bangunan masjid yang tetap utuh meski berada di dekat pelabuhan. Berikutnya, terdamparnya dua buah perahu di pemukiman penduduk yang cukup jauh dari pelabuhan.

Lanjutkan membaca ‘Perahu Nangkring di Atas Atap Rumah’

Album Terkeren Blink 182

•Juni 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Album ini lebih dewasa dan teknik permainan mereka lebih terasa. Dibuka dengan hentakan Feeling This yang video klipnya udah beredar beberapa waktu lalu. Kemudian disusul oleh Obvious yang bikin kita pengen goyang. Jika ingin mellow bisa dengerin I Miss You, All of This dan I’m Lost Without You. Lirik mereka asyik dan cukup dalam. Lanjutkan membaca ‘Album Terkeren Blink 182’

Dirgahayu Jakarta

•Juni 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sejak beberapa hari lalu DKI Jakarta bersolek diri. Berbagai even digelar mulai Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, arak-arakan ondel-ondel di berbagai sudut kota hingga beragam kegiatan seni di Taman Ismail Marzuki. Ternyata, 22 Juni ini ibukota Indonesia merayakan hari jadinya. Lanjutkan membaca ‘Dirgahayu Jakarta’

Mie Ayam Istimewa

•Juni 22, 2008 • 1 Komentar

Baru kali ini aku menemukan mie ayam paling nikmat dari yang selama ini pernah aku santap. Hmm.. hangatnya pas, kaldunya gurih, kaldu asli alami bukan kaldu buatan pabrik. Suwir-suwiran ayamnya lebih banyak dibandingkan mie-mie yang sudah pernah masuk ke perutku. Wanginya bunga mawar tidak mampu mengalahkan wanginya mie ayamku.

Lanjutkan membaca ‘Mie Ayam Istimewa’

Milih Mengerjakan Atau Tidak

•Juni 22, 2008 • 2 Komentar

Masa SMU kelas tiga merupakan masa yang unik. Bingung campur stres, memikirkan ujian yang kian dekat, namun banyak bertebaran tawa canda. Apalagi tahun ini kami punya guru yang asyik-asyik. Salah satunya guru matematika. Beliau lucu sekaligus bikin tegang. Apabila beliau datang, suasana kelas yang hingar-bingar, segera berubah menjadi kamar mayat, walau di sana-sini masih terdengar tawa sembunyi-sembunyi. Kawan-kawanku yang masih berkeliaran di luar kelas, digiringnya bak sekumpulan biri-biri. Lanjutkan membaca ‘Milih Mengerjakan Atau Tidak’