Tentang Prenjak dan Cannes

prenjak2

Prenjak (In The Year of Monkey) berhasil membuat warga Indonesia bangga karena berhasil menempatkan film asal Indonesia sebagai juara di kategori film pendek pada festival film terkenal Cannes. Filmnya memiliki tema tentang kemiskinan dan apa saja yang harus dilakukan dalam kondisi terjepit.

Film Prenjak ini memikat para juri dan menyisihkan ribuan film peserta karena dianggap memiliki cerita yang jujur. Ini merupakan penghargaan membanggakan yang diraih Indonesia di festival Cannes. Film nasional yang pernah masuk ke festival bergengsi ini adalah.

Selain film, Indonesia pernah menempatkan aktris senior berbakat Christine Hakim sebagai salah satu juri festival Cannes tahun 2002. Tiga celebrity tanah air, Dian Sastro, Maudy Koesnadi, dan Tabita Roselin juga pernah datang sebagai ikon sebuah brand produk kecantikan.

Prenjak disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan dibintangi oleh Rosa Winenggar dan Yohanes Budyambara. Film yang diproduksi Studio Batu ini bercerita tentang Diah yang kesulitan finansial. Akhirnya dengan memberanikan diri ia mengajak Jarwo untuk makan siang di sebuah gudang.

Ia meminta Jarwo untuk membeli sebatang korek api dengan harga Rp 10 ribu/batang. Jarwo terkejut karena kemahalan. Namun rupanya dengan nyala api dari sebatang korek itu Jarwo disila untuk melihat sesuatu dari Diah.

Kalau dari premisnya, filmnya terkesan kurang memiliki pesan moral, namun menyuguhkan realita. Tapi saya baru menonton trailer-nya saja sehingga tidak bisa berpendapat. Hal seperti ini memang pernah terjadi di terminal-terminal kota sekitar tahun 80-an, sesuai dengan setting film ini. Dialognya menggunakan bahasa Jawa yang medhok sehingga menguatkan kesan kesederhanaan.

Film yang baru dibuat pada Februari silam inipun kemudian memikat juri utama sehingga Wregas berhak mendapat Leica Cine Discovery Prize For Short Film dari Semaine De La Critique Cannes Film Festival 2016. Selain Wregas, film yang juga lolos di festival ini adalah
Marlina The Murderer in Four Acts karya Garin Nugroho yang digarap Mouly Surya. Marlina yang terpilih dalam seleksi L’Atellier Cinrfondation Cannes 2016 ini baru berupa konsep cerita sedangkan filmnya baru akan dibuat Agustus mendatang dengan tokoh utama Marsha Timothy.

prenjak

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 26, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: