Dua Batas Waktu: Amanah Isa Almasih


Dua batas waktu amanah isa almasih

Beberapa waktu lalu beberapa kawan membicarakan sebuah film dengan judul Dua Batas Waktu: Amanah Isa Almasih. Film religi memang kembali marak di perfilman nasional, bahkan beberapa di antaranya menembus box offices. Film ini menjadi menarik karena temanya berbeda dengan film religi pada umumnya.

Nabi Isa merupakan nabi yang dihormati oleh pemeluk agama Islam dan nasrani. Oleh karena judulnya menggunakan nama Isa Almasih bukan Yesus Kristus maka film ini bukan tertuju ke satu pemeluk agama tertentu. Atau lebih pas jika film ini disebut film spiritual, apalagi jika menilik sinopsisnya.

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Dikisahkan Tiara yang sibuk dengan pekerjaannya di dunia hiburan dan menjalani perkuliahan ingin menyepi sejenak. Sejak dulu ia merasa diikuti ruh yang menjaganya untuk selalu berbuat kebaikan. Hingga suatu saat ia menembus batas waktu dan mendapat amanah untuk menyampaikan pesan yang amat penting.

Menilik dari trailer dan sinopsisnya, menurut saya film ini memiliki tema yang ‘berani’ dan siap mengundang kontroversi. Dari sinopsisnya film ini menarik karena menjelaskan hubungan yang erat antara Islam dan nasrani. Namun saya rasa masyarakat Indonesia saat ini sudah dewasa untuk film spiritual seperti ini. Terlihat dari adem ayemnya film ini sejak dirilis Kamis silam.

Tiara diperankan Irish Bella. Tiara dalam realita memang ada dan ia mendampingi proses pembuatan film ini hingga tuntas. Sedangkan film ini disutradarai oleh Andre Murtono dan Rudiansyah serta diproduksi Rumah Tujuh Produksi.

Ada beberapa hal yang menarik sebelum film ini dirilis, yakni pergantian sutradara beberapa kali dan kekuatiran beberapa pihak dengan menyarankan untuk menghapus tiga kata terakhir dalam judul. Rupanya ada pihak yang kuatir film ini bakal bernasib seperti film 3 atau Perempuan Berkalung Sorban. Tapi kemudian lembaga sensor film menyatakan tidak masalah menggunakan judul seperti pada mulanya karena kontennya juga baik-baik saja.

Kalau menurut saya film ini sepertinya memang memiliki pesan yang penting sehingga ada rasa ‘ngotot’ agar film ini dirilis. Saya mengapresiasi  film ini dan menurut saya film ini bermakna untuk situasi kondisi saat ini.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 28, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: