Juli yang Membingungkan

Hujan

Dulu puisi Hujan di bulan Juni mungkin terdengar tak lazim. Tapi akhir-akhir ini cuaca berubah sehingga sudah beberapa tahun ini, hujan masih mengguyur di bulan Juni. Bagaimana dengan Juli, bulan yang identik dengan musim panas?

Hingga kemarin (30/7) hujan masih mengguyur Jakarta. Sepertinya Juli mulai kehilangan identitasnya. Ia nampak kebingungan. Apakah status Juli sebagai bulan musim panas akan bergeser?

Cuaca makin tak menentu. Kasihan para petani. Lantas bagaimana dengan hasil panen? Itu sesuatu yang perlu dipikirkan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mendekati angka 300 juta jiwa.

Kelaparan mungkin sesuatu yang di luar bayangan. Akan tetapi jika cuaca tak menentu, panen bisa gagal dan harga pangan bisa makin melonjak.

Cuaca berubah, tak patut terus saling menyalahkan. Lebih baik intropeksi dan segera memikirkan berbagai solusi alternatif untuk mengatasinya.

Jika hujan terus berkepanjangan dan tidak ada kemarau, bagaimana dampaknya pada pertanian? Perlukah memulai pertanian di dalam ruangan atau mungkin benar nasihat untuk mulai bertanam di tiap lahan yang ada untuk bersiap-bersiap dengan segala kemungkinan alam.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 31, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: