Kisah Negeri Pelangi

Pelangi

Ada sebuah negeri yang disegani dan dikagumi karena seperti pelangi. Mereka begitu beragam dari warna kulit dan budaya. Mereka disatukan oleh cinta kasih dan saling menghargai.

Negeri-negeri di sekelilingnya suka berperang, sementara negeri pelangi selalu damai. Jikapun berselisihan tidak perlu waktu lama mereka kembali berdamai. Sikap damai mereka membuat negeri lainnya iri hati. Mereka ingin melihat negeri pelangi saling berselisih dengan sengit. Mereka ingin negeri pelangi merasakan pahit seperti yang terjadi di negerinya.

Entah sejak kapan bibit itu ditanam oleh kawanan rakyat negeri yang suka iri hati. Mereka tanamkan kedengkian dan juga perasaan ingin menang sendiri. Sebagian rakyat pelangi tergoda. Mereka yang tergoda ingin negerinya bebas dari pelangi menjadi warna monokrom.

Desas desus terus dilontarkan. Rakyat negeri pelangi pun mulai terbagi. Perselisihan semakin sengit dan bisa jadi dalam waktu singkat negeri pelangi akan menjadi negeri monokrom atau malah hancur tak berbentuk. Negeri-negeri iri hati menonton perselisihan itu dengan suka hati. Rencana mereka akan berhasil.

Hampir saja negeri pelangi hancur luluh. Lalu muncul kesadaran di antara warganya bahwa mereka bersatu karena kasih sayang. Dan kesadaran bahwa mereka itu pelangi hadir kembali. Pelangi tidak harus dijadikan monokrom hitam putih. Tanpa disatukan pun mereka akan menjadi putih yang murni.

Memang ada luka saat perselisihan itu. Tapi bekas luka itu menjadi pengingat kejadian itu bahwa cinta kasih lebih bermakna daripada kemenangan sebagian kalangan.

Negeri pelangi tak berhasil dijadikan proyek negeri yang iri hati. Mereka gelisah dan gelisah dan dilampiaskan ke negerinya hingga negeri mereka pun hancur luluh. Akhirnya para pendengki pun musnah dan yang tertinggal adalah mereka yang penuh rasa kasih pada sesama manusia dan alam sekitar.

Bumi pun kembali damai. Para nenek moyang yang telah bermigrasi ke galaksi lain pun kiranya tak jadi datang mengevakuasi. Mereka menonton dengan bangga pada anak cucunya dan yakin cinta kasih akan selalu menang dari kedengkian dan kedurjanaan.

Gambar dari shutterstock

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 10, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: