Gadis Loba

Gadis loba. Ia ingin segalanya. Jika bumi dan langit pun bisa dimiliki maka ia ingin menjadi empunya.

Loba. Dulu istilah itu tak ada di benaknya. Hidupnya sehari-hari dalam kekurangan. Makan dua kali sehari belum tentu bisa.

Ia berubah sejak alam memberinya kesempatan. Nasibnya pun berubah. Ia kini berkecukupan. Tapi cukup itu tidaklah memuaskannya. Ia ingin lebih dan lebih, membalaskan rasa pedihnya ketika ia selalu merasa kekurangan.

Hatinya tak pernah puas dan tentram. Ketika sebuah prestasi diraih maka ia mengejar prestasi lainnya, ia ingin diakui dan terus dipuji-puji. Sebuah rumah dan mobil belum memuaskannya. Kekasihnya pun meninggalkannya karena tak kuat mendampingi egonya.

Gadis itu tak pernah berhenti memandang dunia. Ia memandang alam dengan nanar. Kalian semua milikku. Aku akan menjadikan Kalian semua hartaku.

Gadis itu sebenarnya lelah. Tapi rasa pedihnya pada masa lalunya tak kunjung padam. Loba itu bak kutukan. Harta melekat padanya tapi satu-persatu orang terdekat meninggalkannya.

Gadis loba itu kini sendirian. Ia hanya dikelilingi oleh prestasi dan harta benda. Ia masih tak puas. Matanya bersinar tamak.

Aku membaca kisah gadis loba itu dengan trenyuh. Aku terlarut. Aku takut gadis loba itu aku. Karena gadis loba bisa siapapun.

Gambar dari pexels

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 3, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: