Bioskop Dikepung Horor

Omong-omong akhir-akhir ini bioskop dikepung film horor, baik film horor Indonesia maupun mancanegara. Yuk bahas film horor yang sedang asyik meneror penonton.

Sejak kesuksesan film “Pengabdi Setan”, jumlah film horor Indonesia semakin banyak. Hampir tiap minggu dirilis film horor baru. Sayangnya kualitasnya tak berbanding dengan kuantitas. Dari film yang tayang pasca “Pengabdi Setan” hanya ada beberapa yang bagus. Di antaranya “Suzzanna: Bernafas dalam Kubur” dan “Sebelum Iblis Menjemput”.

Sementara film horor mancanegara yang tayang di Indonesia kualitasnya relatif stabil. Ada yang seram dan digarap dengan baik, tapi banyak pula yang kacangan. Yang bagus di antaranya “Hereditary” dan “Us”.

Pada bulan April ini sama dengan bulan sebelumnya bioskop juga ramai akan film horor. Pada liburan akhir pekan ini ada lima film horor yang masih tayang. Ada “Us” “Pet Sematary”, “La Llorona” atau “The Curse of Weeping Woman”, “Sunyi”, dan “Pocong:The Origin”.

Untunglah kelima film horor yang sedang tayang ini memiliki kualitas apik. Aku sendiri baru menonton tiga di antaranya. Dua film Indonesia malah belum kutonton karena kata teman-teman lumayan seram.

Film “Sunyi” bercerita tentang perundungan yang menjadi sebuah tradisi di sebuah sekolah. Tokoh utamanya adalah pria bernama Alex yang awalnya senang dapat diterima di sekolah favorit tersebut. Tapi kemudian ia menyadari jika selama setahun ke depan ia akan menjadi korban perundungan.

Konflik mulai terjadi ketika Alex diminta para seniornya melakukan ritual pemanggilan arwah. Sejak itu terjadi teror di sekolah dari sesuatu yang mendiami sekolah tersebut.

Jika melihat trailer-nya seperti judulnya suasana begitu nampak sunyi. Wujud seram hadir secara tiba-tiba. Filmnya nampak menjanjikan. Film yang diadaptasi dari film horor Korea berjudul “Whispering Corridor” ini disutradarai Awi Suryadi (Danur, Maddah).

Film Indonesia berikutnya “Pocong:The Origin” juga banyak mendulang pujian. Aku lihat trailer-nya saja juga nampaknya ngeri.

Film horor tersebut berpusat pada bapak anak. Si bapak dihukum mati dan si anak perempuan membawanya untuk dikuburkan di kampungnya. Selama perjalanan mereka banyak menjumpai hal-hal yang sulit dijelaskan. Warga kampung juga kemudian menolak almarhum karena diduga memraktikan ilmu hitam sebelumnya.

Tiga film horor yang menurutku bagus yaitu “Us”. Dua horor lainnya, “Pet Sematary” dan “The Curse of Weeping Woman” juga di atas rata-rata.

“Us” berkisah tentang sebuah keluarga yang mengalami teror dari sebuah keluarga yang mirip dengan mereka. Rupanya mereka berasal dari dunia bawah dimana ada semacam kloning dari penghuni dunia atas untuk tujuan tertentu. Para kloning itu kemudian berupaya merebut kehidupan penghuni dunia atas.

Cerita “Us” ini tak tertebak. Ada banyak misteri di dalamnya yang seperti bawang merah, perlu dikupas satu-persatu hingga menyentuh bagian intinya. Theme song-nya indah sekaligus bikin suasana tak nyaman ketika mendengarnya. Ulasan lengkap bisa dibaca di sini.

“Pet Sematary” juga tak kalah seram. Menurutku cerita ini seperti gabungan berbagai film horor ala “Sinister” dan “The Daughter”. Film ini sendiri diangkat dari novel populer karya Stephen King.

Cerita berpusat pada keluarga dokter dengan dua anak yang memutuskan pindah ke sebuah kota kecil. Di sana mereka memiliki rumah luas dengan halaman belakang berupa hutan. Rupanya ada makam hewan peliharaan dan sebuah makam kuno yang memiliki kekuatan menakutkan.

Cerita bergulir ketika kucing keluarga mereka tewas. Si tetangga mengajak untuk memakamkan di tempat yang tak umum dan keesokan harinya kucing itu bangkit lagi. Tapi ia kucing yang tak sama.

Ceritanya seram. Terornya lebih ke psikologi. Ada dua teror di sini. Teror dari makam kuno dan dari trauma yang dialami si ibu. Ulasan komplit di sini.

Nah yang baru kutonton adalah “La Llorona” alias “The Curse of Weeping Woman”. Aku belum mengulasnya. Ceritanya memiliki kaitan dengan legenda Amerika Latin tentang seorang ibu yang menyesal membunuh kedua anaknya karena dilanda cemburu besar gara-gara suaminya selingkuh. Ia kemudian dikutuk dan mencari anak-anak untuk menggantikan kedua anaknya.

Kutukan ini kemudian melanda ke seorang janda dengan dua anak. Awalnya ia tak menyadari kutukan itu hingga ia melihat sosok La Llorona yang seram dan hendak mencelakai kedua anaknya.

Hantu dalam film suka eksis dan wujudnya amit-amit. Serem. Ceritanya bagus meski bagian puncaknya malah terasa kurang seram gara-gara hantunya muncul melulu.

Menurutku juara horor kali ini adalah “Us” disusul dengan “La Llorona” dan “Pet Sematary”. Aku belum menyaksikan “Sunyi” dan “Pocong” bisa jadi mereka lebih bagus. Tapi nonton horor melulu tak bagus, bisa terbawa mimpi hehehe.

Gambar dari pixabay, IMDb,Bookmyshow

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 20, 2019.

2 Tanggapan to “Bioskop Dikepung Horor”

  1. Baguslah kalau sekarang film horor indo kualitasnya nggak kacangan seperti film horor beberapa tahun yang lalu yang mana banyak film horor yang menjual keseksian dan adegan hot 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: