Laura sebenarnya enggan menjadi petani. Menjadi petani sangat memerlukan kerja keras dan nasibnya ditentukan oleh alam. Orang tuanya yang menjadi petani selalu miskin dan hasil pertanian tidak berhasil mencukup kebutuhan hidupnya. Demikian pula kakek neneknya di rimba besar. Kakek buyutnya, Tucker dan Martha Morses malah hidup berkecukupan dengan hidup di kota dan bekerja sebagai penempa besi. Lanjutkan membaca ‘Bersemangat Seperti Laura: #5 Tahun-tahun Keras Pernikahan’
Bersemangat Seperti Laura: #5 Tahun-tahun Keras Pernikahan
•Maret 15, 2014 • Tinggalkan sebuah KomentarBersemangat Seperti Laura: #4 Berkenalan dengan Almanzo
•Maret 14, 2014 • Tinggalkan sebuah KomentarMeskipun nama Almanzo tidak asing karena setiap penduduk kota de Smet, Dakota, menyanjungnya, Laura tidak memiliki niat untuk mengenalnya lebih dalam apalagi setelah ia tahu Almanzo adik bungsu dari mantan gurunya, Eliza Jean. Ia hanya mengagumi dua kudanya yang cantik, demikian juga kereta buginya. Lanjutkan membaca ‘Bersemangat Seperti Laura: #4 Berkenalan dengan Almanzo’
Bersemangat Seperti Laura: #3 Musim Dingin dan Kelaparan
•Maret 13, 2014 • Tinggalkan sebuah KomentarPa adalah ayah yang baik dan sigap. Laura bersyukur ayahnya sempat membangun rumah papan meskipun baru setengah jadi di dekat rumah pegawai yang dalam waktu singkat telah berubah menjadi kota kecil. Memang ia sudah senang tinggal di rumah kecilnya di padang rumput namun mereka masih harus bersabar menunggu hasil panen pertama. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, ayah mereka kembali berburu dan menjadi orang upahan. Lanjutkan membaca ‘Bersemangat Seperti Laura: #3 Musim Dingin dan Kelaparan’
Bersemangat Seperti Laura: #2 Garis Nasib Mulai Berbelok
•Maret 11, 2014 • Tinggalkan sebuah KomentarKetika Laura sudah merasa sangat lelah dan sedih, saudari ibunya, bibi Docia, mengunjungi mereka. Ia menawarkan pekerjaan dengan gaji lumayan dan tempat tinggal. Mereka bimbang. Namun setelah melihat istrinya mulai sembuh, begitu pula Carrie, Pa setuju. Ia menjual rumah dan tanah pertaniannya, melunasi utang-utangnya, serta mengepak barang-barang mereka. Lanjutkan membaca ‘Bersemangat Seperti Laura: #2 Garis Nasib Mulai Berbelok’
Bersemangat Seperti Laura: #1 Tinggal di Rimba dan Diusir Indian
•Maret 11, 2014 • Tinggalkan sebuah KomentarIbuku dulu sangat menyukai tokoh Laura dan membelikanku baju-baju panjang mengembang seperti yang sering dikenakannya. Ia berujar ingin aku dan kakakku manis dan baik hati seperti Laura dan Mary. Dan ketika remaja aku baru mengenal sosok Laura dan ia memang gadis hebat. Sangat hebat! Lanjutkan membaca ‘Bersemangat Seperti Laura: #1 Tinggal di Rimba dan Diusir Indian’





